percaya yang benar

Percaya yang benar…!

Kejadian 15:1-6

Belum ada komentar 190 Views

Percaya yang benar? Apakah ada percaya yang kurang bahkan tidak benar? Rupanya ada, karena bila tidak mengapa dikatakan dalam ayat 6: “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Oleh karena itu marilah kita belajar dari bagaimana Abraham percaya.

Pertama-tama, percaya Abraham bukanlah percaya secara umum: aku percaya bahwa Tuhan ada. Percaya Abraham adalah percaya yang berdasar pada relasinya dengan Tuhan: aku percaya kepada Tuhan yang mengenal dan menyapaku, serta berkenan untuk kukenal. Percaya Abraham juga bukan percaya teoritis: kalau Tuhan ada maka mestinya IA peduli pada siapapun yang percaya kepada-Nya. Percaya Abraham adalah percaya praktis: Abraham memercayakan segenap hidupnya kepada Tuhan.

Maka percaya Abraham bukanlah hanya percaya bahwa janji Tuhan akan keturunan pasti terjadi. Tetapi percaya bahwa apa pun yang terjadi ia dapat memegangi apapun janji Tuhan dan memasrahkan segelanya kepada Tuhan. Itu sebabnya kemudian Abraham tak pernah goyah lagi walau sempat bertanya-tanya, apakah yang dimaksud Tuhan sebagai keturunannya adalah Ismael, anaknya dengan Hagar. Bahkan ketika ia diminta Tuhan untuk menyerahkan Ishak sebagai kurban persembahan, Abraham menaatinya walau dengan hati yang remuk.

Percaya Abraham adalah percaya yang hanya bisa terjadi karena relasinya dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena ia bersahabat dengan Tuhan. Kita pun. Percaya kita mestinya terjadi karena relasi kita dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena kita bersahabat dengan Tuhan. Sehingga apa pun yang terjadi, betapa pun sulit dan beratnya, kita boleh memegangi janji-janji Tuhan, serta memercayakan hidup kepada-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...