percaya yang benar

Percaya yang benar…!

Kejadian 15:1-6

Belum ada komentar 161 Views

Percaya yang benar? Apakah ada percaya yang kurang bahkan tidak benar? Rupanya ada, karena bila tidak mengapa dikatakan dalam ayat 6: “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Oleh karena itu marilah kita belajar dari bagaimana Abraham percaya.

Pertama-tama, percaya Abraham bukanlah percaya secara umum: aku percaya bahwa Tuhan ada. Percaya Abraham adalah percaya yang berdasar pada relasinya dengan Tuhan: aku percaya kepada Tuhan yang mengenal dan menyapaku, serta berkenan untuk kukenal. Percaya Abraham juga bukan percaya teoritis: kalau Tuhan ada maka mestinya IA peduli pada siapapun yang percaya kepada-Nya. Percaya Abraham adalah percaya praktis: Abraham memercayakan segenap hidupnya kepada Tuhan.

Maka percaya Abraham bukanlah hanya percaya bahwa janji Tuhan akan keturunan pasti terjadi. Tetapi percaya bahwa apa pun yang terjadi ia dapat memegangi apapun janji Tuhan dan memasrahkan segelanya kepada Tuhan. Itu sebabnya kemudian Abraham tak pernah goyah lagi walau sempat bertanya-tanya, apakah yang dimaksud Tuhan sebagai keturunannya adalah Ismael, anaknya dengan Hagar. Bahkan ketika ia diminta Tuhan untuk menyerahkan Ishak sebagai kurban persembahan, Abraham menaatinya walau dengan hati yang remuk.

Percaya Abraham adalah percaya yang hanya bisa terjadi karena relasinya dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena ia bersahabat dengan Tuhan. Kita pun. Percaya kita mestinya terjadi karena relasi kita dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena kita bersahabat dengan Tuhan. Sehingga apa pun yang terjadi, betapa pun sulit dan beratnya, kita boleh memegangi janji-janji Tuhan, serta memercayakan hidup kepada-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan