percaya yang benar

Percaya yang benar…!

Kejadian 15:1-6

Belum ada komentar 163 Views

Percaya yang benar? Apakah ada percaya yang kurang bahkan tidak benar? Rupanya ada, karena bila tidak mengapa dikatakan dalam ayat 6: “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Oleh karena itu marilah kita belajar dari bagaimana Abraham percaya.

Pertama-tama, percaya Abraham bukanlah percaya secara umum: aku percaya bahwa Tuhan ada. Percaya Abraham adalah percaya yang berdasar pada relasinya dengan Tuhan: aku percaya kepada Tuhan yang mengenal dan menyapaku, serta berkenan untuk kukenal. Percaya Abraham juga bukan percaya teoritis: kalau Tuhan ada maka mestinya IA peduli pada siapapun yang percaya kepada-Nya. Percaya Abraham adalah percaya praktis: Abraham memercayakan segenap hidupnya kepada Tuhan.

Maka percaya Abraham bukanlah hanya percaya bahwa janji Tuhan akan keturunan pasti terjadi. Tetapi percaya bahwa apa pun yang terjadi ia dapat memegangi apapun janji Tuhan dan memasrahkan segelanya kepada Tuhan. Itu sebabnya kemudian Abraham tak pernah goyah lagi walau sempat bertanya-tanya, apakah yang dimaksud Tuhan sebagai keturunannya adalah Ismael, anaknya dengan Hagar. Bahkan ketika ia diminta Tuhan untuk menyerahkan Ishak sebagai kurban persembahan, Abraham menaatinya walau dengan hati yang remuk.

Percaya Abraham adalah percaya yang hanya bisa terjadi karena relasinya dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena ia bersahabat dengan Tuhan. Kita pun. Percaya kita mestinya terjadi karena relasi kita dengan Tuhan. Percaya yang hanya bisa nyata karena kita bersahabat dengan Tuhan. Sehingga apa pun yang terjadi, betapa pun sulit dan beratnya, kita boleh memegangi janji-janji Tuhan, serta memercayakan hidup kepada-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan