Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain

Lukas 10:25-37

Belum ada komentar 393 Views

Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku) yang Yesus tanya terbuka, maukah engkau jadi sesamanya? Ada kebutuhan, ada yang harus ditolong…mau tidak jadi sesamanya? (siapapun dia dan siapapun dirimu).

Tetapi ini bukan sekedar soal keterbukaan. Ada budaya partisipatif dari si orang Samaria, sementara para rohaniawan justru cuek-bebek. Ngeri ya kalau yang rohani seperti itu. Si orang Samaria bukan saja mengambil inisiatif untuk menolong tetapi juga mencari solusi dengan membawa yang terluka ke tempat penginapan. Ia sungguh menjadi sahabat ketika para rohaniawan justru tidak bersahabat.

Bukankah kata ‘hidup’ layak disematkan pada si orang Samaria, dan bukankah kata ‘mati’ layak disematkan pada perilaku si rohaniawan. Kok bisa ya melihat orang terluka diam saja…sudah matikah nuraninya? Jadi si orang Samaria itu sudah menerapkan: HIDUP, TERBUKA, PARTISIPATIF dalam rangka KEPEDULIAANNYA pada orang yang terluka di pinggir jalan.

Sebagai anak Tuhan sudah seharusnya kita PEDULI pada yang membutuhkan, bukan sekedar menyanyi: ‘Allah peduli’. Budaya peduli harus menjadi budaya setiap anggota gereja. Tetapi bisakah kita peduli jika tertutup dan tidak mau berpartisipasi? Dan jika kita tidak peduli berarti kita tidak hidup tetapi mati!

Wow…nampaknya: HIDUP, TERBUKA, PARTISIPATIF DAN PEDULI harus menjadi budaya kita dalam hidup keseharian. Dengan cara itu Allah hadir melalui hidup kita, kasih dan anugerahNya dirasakan oleh setiap orang di sekitar kita. Mari kita bawa cinta Tuhan pada sesama melalui budaya: HIDUP, TERBUKA, PARTISIPATIF, PEDULI.

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...