Mox Salvus Redeas

Belum ada komentar 45 Views

Ingar bingar pulang kampung—yang biasa disebut mudik—sudah hampir berakhir. Ribuan atau bahkan ratusan ribu orang yang dari Jakarta pulang ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga dan sanak saudara, saat ini hampir semua sudah kembali, malah biasanya banyak pendatang baru yang ikut dengan teman atau kerabat mereka untuk bekerja. Tentunya para pendatang baru ini memutuskan untuk ikut karena melihat atau mendengar “cerita sukses” dari teman-teman yang bekerja di Jakarta. Mereka tergiur juga untuk “sukses” seperti teman atau kerabat mereka tersebut atau karena ada pesanan dari majikan untuk mencari teman-teman yang ingin bekerja.

Konotasi mudik biasanya lebih ditujukan kepada para asisten rumah tangga yang pulang ke kampung halaman mereka dalam rangka Lebaran, tetapi mudik juga terjadi pada para pekerja kantoran dan perantau yang bekerja di luar kampung halaman mereka. Biasanya mereka ini mudik menggunakan mobil-mobil pribadi atau pesawat terbang. Maka tidak heran terjadi kemacetan di mana-mana, dan bisa kita lihat yang terlibat dalam kemacetan itu sebagian besar adalah mobil-mobil pribadi.

Demikian juga dengan pesawat terbang. Menjelang dan sesudah hari raya Idul Fitri, bandara-bandara penuh sesak, maskapai penerbangan menambah jumlah dan jadwal penerbangan. Semua ini untuk mengantisipasi meningkatnya penumpang yang akan mudik dan yang akan kembali ke tempat kerja mereka.

Ternyata, mereka yang bepergian ke luar kota bukan hanya akan pulang ke kampung halaman. Sebagian memanfaatkan waktu liburan untuk pergi ke tempat-tempat wisata, baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan banyak pula di antara mereka yang berlibur ke Jakarta, ikut menikmati sepinya kota dan menikmati tempat-tempat atau obyek-obyek wisata di sini. Mereka yang tidak merayakan Idul Fitri tetapi ikut ambil bagian dalam keramaian mudik ini, sebagian adalah mereka yang tidak mau repot akibat tidak adanya asisten rumah tangga yang sedang pulang kampung. Mereka akan kembali bersamaan dengan kembalinya para asisten rumah tangga dari kampung halaman.

Beberapa bulan yang lalu, saya pergi ke Bandung dan menginap di hotel Bidakara Grand Savoy Homann, sebuah hotel bersejarah yang sangat terkenal berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, karena banyak kepala negara menginap di sana. Suasana hotelnya sangat antik, kamar-kamarnya sangat besar dan sangat “vintage”, sebagian besar perabotannya masih asli terbuat dari kayu berwarna coklat, kamar mandinya berukuran sangat besar. Yang menarik, sebelum keluar dari lobi hotel, di bagian atas pintu ada tulisan “Mox Salvus Redeas”, bahasa Latin yang artinya “semoga Anda segera kembali dengan selamat”. Baru kali ini saya membaca tulisan tersebut, tetapi ternyata moto ini sangat terkenal di antara para wisatawan. Bagi orang-orang yang akan kembali ke tempat asal mereka setelah berlibur atau berwisata dari suatu daerah, kita bisa mengatakan, “Semoga Anda segera kembali dengan selamat”.

Ucapan ini juga berlaku bagi mereka yang akan pulang ke kampung halaman dalam rangka mudik Lebaran. Kita doakan agar mereka dapat segera sampai di tempat yang dituju dengan selamat. Atau bagi mereka yang akan kembali ke kota asal setelah berlibur dan bertemu keluarga di kampung halaman, atau kepada mereka yang habis menikmati liburan di Jakarta, kita dapat mengucapkan “Mox Salvus Redeas”, semoga Anda segera kembali dengan selamat.

Jadi, ucapan ini dapat disampaikan kepada siapa saja, kepada mereka yang hendak kembali sehabis berlibur atau kepada mereka yang akan bepergian ke luar kota atau luar negeri, atau kepada mereka yang akan kembali bekerja di tempat asal mereka.

Mox Salvus Redeas, semoga Anda dapat segera kembali dengan selamat, may you soon return save.

>> SINDHU SUMARGO

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Artikel Lepas
  • akhirnya
    Akhirnya…
    Beberapa kejutan dari dunia olahraga di awal tahun 2019 ini. Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon—pasangan ganda putra bulu tangkis...
  • pilih
    Dipilih! Dipilih Di-pilih
    Kita tidak bisa menjalani kehidupan tanpa pilihan. Setiap hari, setiap saat, setiap detik ada pilihan. Jika tidak demikian, kita...
  • Pemuda
    Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. (Bung Karno) Saya punya seorang teman dari Indramayu, sebuah kota kecil...
  • Pengalaman
    Orang paling bodoh di dunia ini adalah penggali lubang yang dua kali jatuh pada lubang yang pernah ia gali...
  • KURSI PALING DEPAN
    Kursi Paling Depan
    Konser 10 tahun Syahrini sedang jadi bahan perbincangan para netizen. Harga tiket untuk kelas teratas sebesar Rp 25 juta...
Kegiatan