Mengapa Bertengkar

Mengapa Bertengkar

Belum ada komentar 18 Views

Menilik peristiwa yang terjadi sehari-hari dalam kehidupan kita, ada kecenderungan setiap orang untuk menjadikan diri sendiri sebagai pusat dan bahkan ingin menjadi yang terbesar dan berkuasa melebihi orang lain disekitarnya. Akibatnya, seperti yang terjadi pada para murid Yesus, mereka tidak tersentuh dengan pergumulan dan keprihatinan sesamanya. Bahkan tanpa rasa malu mereka akan secara terbuka mempertengkarkan ambisi dan agenda pribadinya.

“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran  di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? (Yak.4:1-2).

Ternyata ketika seseorang menginginkan banyak hal, pola hidupnya dikuasai oleh hawa nafsu dan apabila yang diinginkan tidak terpenuhi, kemudian ia akan menjadi gusar dan cenderung menciptakan pertengkaran dengan yang lain. Yakobus menasehati supaya para pengikut Kristus tidak melandasi kehidupannya pada hikmat dari dunia yang hanya mampu menyebarkan luka-luka batin kepada banyak orang, melainkan pada hikmat yang dari atas yang senantiasa berupaya menyembuhkan setiap luka-luka batin dari sesama yang sedang menderita.

Hidup menurut hikmat Allah atau hikmat yang dari atas adalah hidup yang senantiasa menghadirkan damai-sejahtera Kristus. Oleh karena itu model penyelesaian konflik selalu dilandaskan pada kasih dan pengampunan Kristus. (Yak 3:13-18)

Hidup yang dilandasi oleh hikmat dari atas, yaitu dari Allah selalu bersifat membebaskan dan membangun. Oleh sebab itu kedudukan yang mulia bukan karena seseorang berhasil memerintah dan memaksa orang lain untuk melayani dia, tetapi sebaliknya apabila dia mampu menunjukkan kemampuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik  bagi sesamanya.

Atas hikmat yang manakah kita telah membangun kehidupan saat ini ?

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan