Meletakkan semua pilihan kita dalam rencana-Nya

Belum ada komentar 224 Views

Pak Pendeta,
Di dalam Roma 11:36 dikatakan,

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Pertanyaannya:

  1. Apakah kita masih bisa mengatakan bahwa kita mempunyai pilihan?
  2. Bukankah yang kita pilih itu juga karena perkenan Dia?

Terima kasih atas penjelasannya.

Eve

 

Saudara Eve yang baik,

Roma 11:36 seharusnya dibaca mulai ayat 33. Dengan demikian kita bisa memahami konteksnya yaitu: hikmat dan pengetahuan Allah. Dengan hikmat dan pengetahuan itu, Allah membuat keputusan-keputusan yang tidak terduga. Jalan Tuhan kadang-kadang begitu misterius jika dibandingkan dengan hikmat dan pemikiran manusiawi kita. Berdasarkan kesadaran akan dalamnya hikmat dan pengetahuan Allah, maka Rasul Paulus mengajak kita untuk memercayakan hidup dan masa depan kita kepada Allah dengan keputusan-keputusan-Nya yang pasti terbaik.

Ketika kita bisa memercayakan hidup dan masa depan kita kepada Allah, maka di situlah kita mengaku bahwa ‘segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!’ Tentu bukan berarti kita tidak boleh punya rencana atau pilihan. Justru manusia itu diciptakan dalam kehendak bebas, agar manusia itu mempunyai pilihan. Bukankah di taman Eden, Allah juga memberi pilihan kepada Adam dan Hawa untuk tidak makan buah terlarang? Dalam hidup ini kita selalu punya pilihan dan bahkan harus punya perencanaan hidup. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kita juga tahu bahwa hikmat Tuhan adalah yang terbaik. Karena itu kita harus mendoakan pilihan dan rencana kita serta terbuka terhadap tuntunan Tuhan atas hidup kita. Bahkan ketika kehendak Tuhan itu berbeda dengan kehendak kita (bandingkan: Yakobus 4:13-15)

Jadi, apa yang kita pilih tidak selalu sesuai rencana-Nya. Tetapi jika kita mengaku bahwa segala sesuatu dari Dia, maka sudah seharusnya kita meletakkan semua pilihan kita dalam rencana-Nya.

 

Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Kerajaan Maut
    Anugerah Keselamatan
    Pak Pendeta yang budiman, Saya sudah termasuk lansia dan dibaptis sekian puluh tahun yang lalu. Buku pedoman katekisasi yang...
  • upacara gereja
  • Kerajaan Maut
    Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
    Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya,...
  • ALLAH Sang Sutradara?
    Bapak Pendeta Yth. Saya sedang membaca kitab Yehezkiel dan di sana terdapat banyak segala nubuatan, baik bagi bangsa Israel,...
  • Manusia Purba
    Pak Pdt. yang baik, Bolehkah saya meminta penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang mengusik hati saya: Siapakah manusia...
Kegiatan