Libatkan dan Alami Tuhan

Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58

Belum ada komentar 159 Views

Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan atas dasar pengalaman pribadi belum dapat dijadikan suatu patokan atau ukuran bahwa seseorang sudah mengenal Tuhan. Dalam buku Knowing God, J.L. Parker menggambarkan pengenalan akan Tuhan sama seperti mengenal seseorang sebagai sahabat. Ia menjelaskan mengenal Tuhan adalah soal keterlibatan pribadi, keterlibatan pikiran, kehendak, dan perasaan. Jika hubungan kita tidak memenuhi unsur-unsur ini, hubungan itu bukanlah hubungan yang benar-benar pribadi. Seperti ketika kita ingin mengenal seseorang, kita perlu terus-menerus menyediakan waktu baginya dan bagi kepentingannya serta siap untuk turut merasakan bebannya.

Dalam pengenalan akan Tuhan, hal “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. “Kecaplah” dimaknai dengan mencoba sesuap dari sesuatu yang dihidangkan untuk sekedar mencicipi citarasanya. Seorang juru masak mengganggap apa yang dimasaknya sudah sempurna rasanya, sudah lezat, tapi untuk membuktikan kelezatan itu, orang lain perlu menngecap atau mencicipinya terlebih dulu sebelum memberikan penilaian tentang masakan tersebut.

Oleh sebab itu, pengenalan akan kebaikan Tuhan, dapat dialami seseorang ketika ia melibatkan Tuhan dalam kehidupannya. Kedekatan dengan Firman Tuhan dan kerinduan untuk mengalaminya, merupakan wujud nyata relasi seseorang dengan Tuhan.

Hal penting yang perlu dilakukan dalam proses mengenal, mengecap dan melihat kebaikan Tuhan adalah melibatkan Dia dalam seluruh kegiatan kehidupan ini, bukan hanya ketika menghadapi hal-hal yang besar, tapi juga pada hal-hal yang nampaknya sepele saja, dengan demikian kita dapat mengalami Tuhan dan semakin memahami kehendak-Nya dalam kehidupan kita.

tt

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...