Kata-Kata yang Menyenangkan Memberi Keyakinan

Belum ada komentar 7 Views

Bacaan Hari ini:
Amsal 16:21 “Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.”

*Kelemahlembutan itu sifatnya persuasif. Ini teramat penting apabila Anda ingin berkarier di bidang penjualan.*

Mengapa? Sebab cara penjualan yang memaksa tidak lagi berhasil. Kita tidak lagi merespon seseorang yang berteriak kepada kita untuk membeli barang mereka, meskipun mereka punya kemampuan menjual yang luar biasa yang sulit untuk kita hindari sekalipun.

Di zaman ini kita tidak lagi membeli sesuatu karena seseorang membujuk kita atau memberikan presentasi marketing. Kita membeli sesuatu karena seseorang merekomendasikannya. Teman Anda merekomendasikan mobil, film, atau restoran tertentu, dan itu sudah cukup untuk membuat Anda untuk ingin mencobanya atau bahkan membelinya. Mengapa?
Karena cara yang mereka lakukan itu lembut, tanpa ada agenda tersembunyi. Dan itu jauh lebih persuasif. 

Amsal 25:15 mengatakan, “Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.”

Apakah Anda ingin meyakinkan anggota keluarga atau teman dekat untuk melakukan sesuatu?
Jangan berusaha dengan kata-kata atau cara yang keras untuk meyakinkan mereka.
Namun sebaliknya, walaupun mereka berhati-hati dengan Anda sekalipun, ucapan yang lemah lembut akan memenangkan perhatian mereka, sebab *kelembutan meruntuhkan pertahanan yang kuat.*

Jadi, jika Anda adalah orang tua dan Anda tengah bergumul membesarkan anak-anak Anda, jangan pernah mendisiplinkan mereka di dalam kemarahan atau frustrasi. Selalu lakukan itu di dalam kasih dengan kelemahlembutan. Terjemahan Amsal 25:15 versi New Century mengatakan, “Sebuah kata yang lembut dapat mengalahkan orang yang keras kepala.”

Jika saya hendak meyakinkan orang-orang di gereja saya untuk hidup seperti Yesus Kristus, maka saya harus menyampaikannya dengan cara yang lembut. Saya bisa saja berdiri di atas mimbar setiap Minggu dan berkata, “Biarkan saya beri tahu Anda, semua yang Anda lakukan itu salah.” Tetapi cara berbicara yang seperti itu hanya akan membangkitkan amarah mereka. Malah orang-orang akan berhenti datang ke gereja! Pendekatan yang semacam itu tidak akan berhasil di mana pun, baik di atas mimbar, di rumah, atau di tempat kerja. Menunjuk hidung seseorang dengan memarahi mereka tidak akan pernah berhasil.

Tetapi kelemahlembutan lebih meyakinkan. Alkitab berkata dalam Amsal 16:21, “Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.”

Itulah tanda kedewasaan. *Orang yang berhikmat itu menyenangkan. Orang bodoh itu kasar. Anda tidak pernah dapat meyakinkan orang lain jika Anda berbicara kasar.*

Renungkan hal ini:
– Mengapa kelemahlembutan begitu sulit dilihat di masyarakat kita?
– Pikirkan satu cara Anda merespon pertengkaran dengan saudara kandung atau dengan teman Anda waktu Anda masih kecil. Apakah cara Anda merespon telah berubah ketika Anda bertambah tua?
– Apa saja hal-hal praktis yang bisa Anda lakukan pada saat mendisiplinkan anak-anak Anda yang mana itu akan membantu Anda merespon dengan lembut dan dengan tidak marah-marah? 

*Pengendalian diri dalam perkataan adalah kekuatan yang sangat penting yang menunjukkan level kedewasaan kita.*
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
———–
FT: Amsal 16:21-24
21 Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
22 Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.
23 Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
Kegiatan