INFOTAINMENT

Belum ada komentar 61 Views

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. (Matius 7:12)

Infotainment, seperti kita ketahui, adalah sebuah acara televisi yang memadukan informasi dengan entertainment, tepatnya informasi yang menghibur. Acara infotainment ini dimiliki oleh hampir semua stasiun televisi, karena ratingnya tinggi, banyak yang menonton.

Yang disajikan biasanya mengenai sisi kehidupan para selebriti, orang-orang terkenal, seperti artis, pejabat, public figure dan sebagainya. Karena acaranya mengenai informasi yang menghibur, maka yang diliput juga sisi-sisi yang menghibur, seperti acara pernikahan, bahkan ada pernikahan artis yang disiarkan secara langsung, kelahiran, perceraian, KDRT, selingkuh, koruptor yang tertangkap tangan, artis yang tertangkap ketika memakai narkoba, anggota parlemen yang ditangkap polisi, dan lain sebagainya, yaitu hal-hal yang menggelitik rasa keingintahuan masyarakat.

Tayangan yang lebih disukai adalah kisah yang penuh derai air mata, seolah-olah orang yang disorot itu paling menderita, sehingga mengundang simpati dan dukungan. Bahkan tidak jarang kita pun bisa ikut menangis.

Banyak orang yang menonton acara ini, banyak pula komentar, analisis dan opini yang muncul, sehingga fakta menjadi kabur. Ini sama dengan permainan kalimat yang dibisikkan secara berantai, di mana biasanya kalimat awal akan jauh berbeda ketika sampai pada orang yang terakhir.

Sama seperti reporter televisi, yang pandai memancing komentar, kita juga sering menjadi pemancing cerita, bahkan ikut ngomporin. Kemudian kita menceritakannya lagi ke orang lain dengan tambahan bumbu, pendapat, opini kita sehingga ceritanya bisa menjadi lain. Kata “dikembalikan” pada cerita asli bisa berubah menjadi “dilempar” pada cerita versi yang lain. Itulah yang disebut Gosip.

Seperti iklan minuman ringan beberapa tahun yang lalu, gosip ini bisa beredar kapan saja dan di mana saja. Bisa di kafe, bisa di arisan, bisa pada hari Minggu di plaza gereja, bisa di persekutuan, bahkan bisa di tengah kebaktian.

Lalu, apa bedanya kita, yang mengaku sebagai orang Kristen, dengan orang lain? Kalau kita mengaku sebagai orang Kristen, melayani di mana-mana, hampir selalu ikut persekutuan, seharusnya kita tidak termakan oleh gosip-gosip murahan semacam ini. Janganlah kita ikut bergunjing sebagaimana sinetron-sinetron yang banyak ditayangkan.

Dengan ikut bergunjing, disadari atau tidak, kita jadi tidak menghargai orang lain, khususnya yang sedang kita gunjingkan, padahal pergunjingan kita itu belum tentu benar, namanya juga gosip. Kita diajarkan untuk menghargai orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada orang yang sempurna, termasuk diri kita sendiri. Pernahkah terbayangkan bahwa suatu saat kita juga akan digunjingkan karena ketidaksempurnaan kita?

John C. Maxwell dalam salah satu bukunya yang berjudul “Kaidah Emas” mengatakan bahwa semua budaya dan agama di dunia ini mempunyai satu Kaidah Emas yang serupa. Bagi orang Kristen adalah seperti yang tertulis dalam Matius 7:12.

Bagi umat Budha, “Jangan sakiti orang lain dengan sesuatu yang akan menyakiti dirimu sendiri.”

Bagi umat Hindu, “Inilah inti kewajiban, jangan lakukan kepada orang lain apa yang tidak kamu inginkan dilakukan mereka kepadamu.”

Peribahasa Yoruba (Nigeria), “Orang yang ingin menusuk seekor anak burung dengan tongkat tajam, seharusnya mencobanya dulu pada dirinya sendiri untuk merasakan seperti apa sakitnya.”

Jelas bahwa ada satu kaidah yang tidak dibatasi oleh agama maupun budaya, yaitu kaidah yang universal, maka disebut sebagai Kaidah Emas. Sekali lagi, sebagai orang beriman, hendaknya kita juga memegang teguh kaidah ini. Tetapi, sebagaimana juga orang-orang lain, kita sering mengabaikan kaidah ini, sehingga kita tidak memancarkan kekristenan kita di tengah dunia kita.

Mari, kita mulai dari diri kita sendiri dan nyatakan kepada dunia bahwa kita berbeda. Salam Damai.

Sindhu Soemargo

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Artikel Lepas
  • toko perabot
    Belajar Dari Toko Perabot
    Pada bulan Oktober 2014, akhirnya toko perabot yang sangat terkenal membuka tokonya di Indonesia, tepatnya di daerah Alam Sutera,...
  • Simpati, Empati atau Peduli
    Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh curhatan di facebook seorang mahasiswi pengguna KRL yang tempat duduknya “direbut” oleh seorang...
  • kejahatan
  • Antara Pak Badu dan Yudas
    “Sungguh lebih baik jika Yudas tidak dilahirkan.” Kalimat ini sering muncul dari mulut orang-orang Kristen ketika dirundung kesedihan Jumat...
Kegiatan