Ibadah yang Hidup

Ibadah yang Hidup

Belum ada komentar 80 Views

Dua orang berteman saling bercakap-cakap mengenai aktivitas gerejawi mereka yang sangat padat.

A: Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Ikut perlawatan, paduan suara, masak untuk konsumsi rapat…
B: Saya juga lebih sibuk dari kamu. Jadi usher, jadi panitia natal, pokoknya penuh dari senin sampai senin lagi.
A: Tapi mengapa anak saya tidak mau ikut juga, ya?
B: Saya lebih heran lagi, mengapa doa saya masih juga tidak dikabulkan oleh Tuhan?

Seringkali orang berharap setelah ia memberikan banyak kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat setara atau lebih banyak dari yang sudah dia berikan kepada Tuhan. Itu berarti ia memegang prinsip, “Memberi banyak kepada Tuhan, mengharapkan banyak dari Tuhan”.

Berbeda dengan prinsip persembahan dalam bacaan kita. Dari pasal 1-11 Paulus telah mengingatkan warga jemaat di Roma bahwa mereka telah diberi banyak oleh Tuhan. Kemurahan Tuhan telah dinyatakan dan diberikan kepada kita melalui InjilNya, pengampunanNya, keselamatanNya, dan RohNya. Pada pasal 12 seakan Paulus bertanya kepada jemaat Roma: Apakah yang akan kamu berikan kepada Tuhan setelah kamu menerima seluruh kemurahan Allah itu? Pertanyaan ini dijawab melalui pernyataan, “Karena itu… persembahkanlah tubuhmu… itu adalah ibadah yang sejati!”

Mempersembahkan tubuh berarti menyerahkan hati yang taat kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti memberikan pasangan kita, anak kita, waktu kita, hobi kita, keahlian kita, makanan kesukaan kita, istirahat kita, kendaraan kita, pikiran kita, buku-buku kita… apapun yang ada pada kita, dikhususkan juga untuk Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti juga tetap menjaga agar semua yang ada pada kita, tetap kudus di mata Tuhan. Sudahkah kita mempersembahkan tubuh kita?

“Work without love is slavery.”
Mother Teresa

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan