Ibadah yang Hidup

Ibadah yang Hidup

Belum ada komentar 70 Views

Dua orang berteman saling bercakap-cakap mengenai aktivitas gerejawi mereka yang sangat padat.

A: Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Ikut perlawatan, paduan suara, masak untuk konsumsi rapat…
B: Saya juga lebih sibuk dari kamu. Jadi usher, jadi panitia natal, pokoknya penuh dari senin sampai senin lagi.
A: Tapi mengapa anak saya tidak mau ikut juga, ya?
B: Saya lebih heran lagi, mengapa doa saya masih juga tidak dikabulkan oleh Tuhan?

Seringkali orang berharap setelah ia memberikan banyak kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat setara atau lebih banyak dari yang sudah dia berikan kepada Tuhan. Itu berarti ia memegang prinsip, “Memberi banyak kepada Tuhan, mengharapkan banyak dari Tuhan”.

Berbeda dengan prinsip persembahan dalam bacaan kita. Dari pasal 1-11 Paulus telah mengingatkan warga jemaat di Roma bahwa mereka telah diberi banyak oleh Tuhan. Kemurahan Tuhan telah dinyatakan dan diberikan kepada kita melalui InjilNya, pengampunanNya, keselamatanNya, dan RohNya. Pada pasal 12 seakan Paulus bertanya kepada jemaat Roma: Apakah yang akan kamu berikan kepada Tuhan setelah kamu menerima seluruh kemurahan Allah itu? Pertanyaan ini dijawab melalui pernyataan, “Karena itu… persembahkanlah tubuhmu… itu adalah ibadah yang sejati!”

Mempersembahkan tubuh berarti menyerahkan hati yang taat kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti memberikan pasangan kita, anak kita, waktu kita, hobi kita, keahlian kita, makanan kesukaan kita, istirahat kita, kendaraan kita, pikiran kita, buku-buku kita… apapun yang ada pada kita, dikhususkan juga untuk Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti juga tetap menjaga agar semua yang ada pada kita, tetap kudus di mata Tuhan. Sudahkah kita mempersembahkan tubuh kita?

“Work without love is slavery.”
Mother Teresa

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • kabar baik
    Kabar Baik
    Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
    Apa yang diharapkan selain kebaikan dari situasi yang serba buruk, menderita, dan tidak adil? Situasi itu menggelisahkan kita seiring...
  • Menghidupi Pertobatan
    Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:1-2, 8-13; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
    Pertobatan memanggil seseorang untuk menghayati hidupnya dengan cara baru. Pertobatan artinya berbalik dari cara kehidupan lama menuju kehidupan baru....
  • Keluar Dari Kekelaman
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Apakah Anda mengingat permainan petak umpet? Pada saat saya masih kecil, kami sering memainkan permainan ini. Satu orang menutup...
  • Yesus Raja dan Gembala
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24
    Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar...
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
Kegiatan