Ibadah yang Hidup

Ibadah yang Hidup

Belum ada komentar 122 Views

Dua orang berteman saling bercakap-cakap mengenai aktivitas gerejawi mereka yang sangat padat.

A: Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Ikut perlawatan, paduan suara, masak untuk konsumsi rapat…
B: Saya juga lebih sibuk dari kamu. Jadi usher, jadi panitia natal, pokoknya penuh dari senin sampai senin lagi.
A: Tapi mengapa anak saya tidak mau ikut juga, ya?
B: Saya lebih heran lagi, mengapa doa saya masih juga tidak dikabulkan oleh Tuhan?

Seringkali orang berharap setelah ia memberikan banyak kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat setara atau lebih banyak dari yang sudah dia berikan kepada Tuhan. Itu berarti ia memegang prinsip, “Memberi banyak kepada Tuhan, mengharapkan banyak dari Tuhan”.

Berbeda dengan prinsip persembahan dalam bacaan kita. Dari pasal 1-11 Paulus telah mengingatkan warga jemaat di Roma bahwa mereka telah diberi banyak oleh Tuhan. Kemurahan Tuhan telah dinyatakan dan diberikan kepada kita melalui InjilNya, pengampunanNya, keselamatanNya, dan RohNya. Pada pasal 12 seakan Paulus bertanya kepada jemaat Roma: Apakah yang akan kamu berikan kepada Tuhan setelah kamu menerima seluruh kemurahan Allah itu? Pertanyaan ini dijawab melalui pernyataan, “Karena itu… persembahkanlah tubuhmu… itu adalah ibadah yang sejati!”

Mempersembahkan tubuh berarti menyerahkan hati yang taat kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti memberikan pasangan kita, anak kita, waktu kita, hobi kita, keahlian kita, makanan kesukaan kita, istirahat kita, kendaraan kita, pikiran kita, buku-buku kita… apapun yang ada pada kita, dikhususkan juga untuk Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti juga tetap menjaga agar semua yang ada pada kita, tetap kudus di mata Tuhan. Sudahkah kita mempersembahkan tubuh kita?

“Work without love is slavery.”
Mother Teresa

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...