Ibadah yang Hidup

Ibadah yang Hidup

Belum ada komentar 137 Views

Dua orang berteman saling bercakap-cakap mengenai aktivitas gerejawi mereka yang sangat padat.

A: Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Ikut perlawatan, paduan suara, masak untuk konsumsi rapat…
B: Saya juga lebih sibuk dari kamu. Jadi usher, jadi panitia natal, pokoknya penuh dari senin sampai senin lagi.
A: Tapi mengapa anak saya tidak mau ikut juga, ya?
B: Saya lebih heran lagi, mengapa doa saya masih juga tidak dikabulkan oleh Tuhan?

Seringkali orang berharap setelah ia memberikan banyak kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat setara atau lebih banyak dari yang sudah dia berikan kepada Tuhan. Itu berarti ia memegang prinsip, “Memberi banyak kepada Tuhan, mengharapkan banyak dari Tuhan”.

Berbeda dengan prinsip persembahan dalam bacaan kita. Dari pasal 1-11 Paulus telah mengingatkan warga jemaat di Roma bahwa mereka telah diberi banyak oleh Tuhan. Kemurahan Tuhan telah dinyatakan dan diberikan kepada kita melalui InjilNya, pengampunanNya, keselamatanNya, dan RohNya. Pada pasal 12 seakan Paulus bertanya kepada jemaat Roma: Apakah yang akan kamu berikan kepada Tuhan setelah kamu menerima seluruh kemurahan Allah itu? Pertanyaan ini dijawab melalui pernyataan, “Karena itu… persembahkanlah tubuhmu… itu adalah ibadah yang sejati!”

Mempersembahkan tubuh berarti menyerahkan hati yang taat kepada Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti memberikan pasangan kita, anak kita, waktu kita, hobi kita, keahlian kita, makanan kesukaan kita, istirahat kita, kendaraan kita, pikiran kita, buku-buku kita… apapun yang ada pada kita, dikhususkan juga untuk Tuhan. Mempersembahkan tubuh berarti juga tetap menjaga agar semua yang ada pada kita, tetap kudus di mata Tuhan. Sudahkah kita mempersembahkan tubuh kita?

“Work without love is slavery.”
Mother Teresa

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...