Gundah, Karena Harus Bekerja Mengurus Wanita Penghibur

Gundah, Karena Harus Bekerja Mengurus Wanita Penghibur

Belum ada komentar 10 Views

Saya seorang wanita anggota jemaat GKI PI. Setelah sekian lama bekerja di bidang teknik sebuah perusahaan, atasan saya, yang kini menanam saham di sebuah sarana hiburan, menyuruh saya untuk menangani wanita-wanita penghibur yang bekerja di sana, termasuk mendampingi mereka untuk kontrol kesehatan organ reproduksi mereka, menangani jika ada yang terpaksa hamil, terkena AIDS dan penyakit seksual lainnya. Saya merasa tertekan karena pekerjaan ini adalah pekerjaan maksiat, sementara saya juga tidak bisa pindah bekerja karena sulit mencari pekerjaan saat ini. Apakah yang harus saya lakukan?

Terima kasih atas jawaban Bapak.

NN-Jakarta

Jawab:

Sdr. NN yang baik,

Bekerja di tempat maksiat, bukan berarti kita adalah pelaku kemaksiatan tersebut. Meskipun begitu, saya bisa memahami jika Anda merasa tidak nyaman bekerja di tempat seperti itu. Lalu bagaimana? Sebagai anak Tuhan mungkin Anda perlu merenungkan, mengapa Tuhan mengizinkan Anda bekerja di tempat seperti itu. Apa yang bisa Anda lakukan sebagai anak Tuhan ‘untuk menerangi’ kegelapan yang ada di sekitar Anda. Mungkin ini justru menjadi kesempatan buat Anda untuk menasihati para wanita penghibur tersebut.

Selain itu, Anda juga harus belajar untuk memisahkan ‘pekerjaan’ para wanita penghibur tersebut dengan keberadaan mereka sebagai manusia. Apa pun pekerjaan mereka, tetapi mereka tetap sesama manusia yang perlu kita kasihi. Tidak sedikit wanita penghibur yang sebenarnya tidak ingin menjadi seperti itu. Karena itu, ketika Anda harus menemani mereka, jadilah sungguh sahabat buat mereka. Siapa tahu, melalui bimbingan dan kasih Anda, para wanita penghibur itu menjadi sadar dan akhirnya bertobat.

Belajarlah dari Yesus yang selalu memisahkan antara dosa dengan orang yang melakukannya. Dosa memang harus kita jauhi, tetapi orang berdosa justru harus kita bimbing. Kepada seorang perempuan berdosa, Yesus berkata: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh. 8:11). Yesus mengasihi perempuan itu dan mengampuninya, tetapi Ia tidak pernah setuju dengan dosa perempuan itu. Karena itu Ia berkata: ‘jangan berbuat dosa lagi’.

Jadi menurut pemahaman saya, Anda tidak perlu pindah bekerja. Pakailah pekerjaan Anda sebagai alat untuk ‘menjadi terang’ di tengah kegelapan. Semoga Tuhan senantiasa menguatkan dan memberkati Anda!

Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Siapa Penghuni Surga?
    Pak Pendeta yang budiman, Kisah Para Rasul 10 mengisahkan seorang perwira Romawi yang saleh dan murah hati/bersedekah/dermawan. Perwira itu,...
  • Hindari Yang Hoax
    Salam sejahtera, Pada zaman milenium ini, teknologi modern mendominasi segala bidang kehidupan manusia, termasuk teknologi informasi. Kita bisa dengan...
  • BARCODE 666
    Pak Pendeta yang diberkati Tuhan, Saya memendam kegelisahan manakala mengamati perkembangan teknologi dan sistem pembayaran masyarakat global. Setelah menggunakan...
  • upacara gereja
  • Kerajaan Maut
    Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
    Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya,...
Kegiatan