Familia Dei

Markus 3:20-35

Belum ada komentar 89 Views

Kita semua adalah anggota keluarga Allah (familia Dei), yang terbentuk karena kepatuhan dan cinta pada Allah yang menghadirkan diri-Nya kepada kita di dalam Yesus Kristus di dalam kuasa Roh Kudus yang mempersekutuan itu. Familia Dei terbentuk melampaui ikatan darah, marga, suku, atau bahkan bangsa.

Di dalam bacaan Injil minggu ini, dikisahkan para anggota keluarga Yesus yang sedarah berusaha “mengambil Dia” (ay. 21) dan Yesus pun menolak. Di dalam familia Dei, tak ada yang dapat mengklaim Kristus sebagai milik mereka. Sebab, anggota keluarga Allah adalah milik Allah di dalam Kristus. Mungkin hal ini perlu memaksa kita meninjau ulang cara kita beragama dan hidup sebagai anggota keluarga Allah. Apakah selama ini kita tergoda untuk mengklaim Allah sebagai milik kita yang karenanya menjadi milik eksklusif kita? Bagaimana kita menghayati kenyataan baru bahwa Allah melampaui batas-batas religius yang kita bayangkan? Bukan Allah yang menjadi milik kita, namun kitalah yang menjadi milik-Nya. Oleh karenanya, janganlah “mengambil” Dia ke dalam kelompok kita, sebab kitalah yang “diambil”-Nya ke dalam pelukan-Nya.

Di dalam kisah Injil, familia Dei yang melampaui batas-batas darah, kesukuan, bahkan keagamaan itu, anggota keluarga Allah mendapat sebuah definisi yang baru, yaitu mereka yang “melakukan kehedak Allah.” Maka, hanya ada satu cara untuk menegaskan dan membuktikan bahwa kita adalah anggota familia Dei, yaitu melakukan apa yang harus kita lakukan, yang menjadi kehendak Allah.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan