Familia Dei

Markus 3:20-35

Belum ada komentar 122 Views

Kita semua adalah anggota keluarga Allah (familia Dei), yang terbentuk karena kepatuhan dan cinta pada Allah yang menghadirkan diri-Nya kepada kita di dalam Yesus Kristus di dalam kuasa Roh Kudus yang mempersekutuan itu. Familia Dei terbentuk melampaui ikatan darah, marga, suku, atau bahkan bangsa.

Di dalam bacaan Injil minggu ini, dikisahkan para anggota keluarga Yesus yang sedarah berusaha “mengambil Dia” (ay. 21) dan Yesus pun menolak. Di dalam familia Dei, tak ada yang dapat mengklaim Kristus sebagai milik mereka. Sebab, anggota keluarga Allah adalah milik Allah di dalam Kristus. Mungkin hal ini perlu memaksa kita meninjau ulang cara kita beragama dan hidup sebagai anggota keluarga Allah. Apakah selama ini kita tergoda untuk mengklaim Allah sebagai milik kita yang karenanya menjadi milik eksklusif kita? Bagaimana kita menghayati kenyataan baru bahwa Allah melampaui batas-batas religius yang kita bayangkan? Bukan Allah yang menjadi milik kita, namun kitalah yang menjadi milik-Nya. Oleh karenanya, janganlah “mengambil” Dia ke dalam kelompok kita, sebab kitalah yang “diambil”-Nya ke dalam pelukan-Nya.

Di dalam kisah Injil, familia Dei yang melampaui batas-batas darah, kesukuan, bahkan keagamaan itu, anggota keluarga Allah mendapat sebuah definisi yang baru, yaitu mereka yang “melakukan kehedak Allah.” Maka, hanya ada satu cara untuk menegaskan dan membuktikan bahwa kita adalah anggota familia Dei, yaitu melakukan apa yang harus kita lakukan, yang menjadi kehendak Allah.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...