Doa: Curahan Hati Kepada Allah

1 Samuel 1:4-20; 1 Samuel 2:1-10; Ibrani 10:11-25; Markus 13:1-8

Belum ada komentar 147 Views

Tak ada yang salah dari keputusan kita untuk meminta sesuatu dari Allah. Yang dapat membawa kita kepada kesalahan dan kekeliruan adalah ketika kita meminta kepada Allah dengan kepongahan dan menyangka bahwa Allah haruslah mengabulkan permintaan kita. Hana sangat mengakui kedaulatan Allah dan karenanya, ia datang kepada Allah melalui doa dengan keyakinan bahwa doanya akan dikabulkan. Apalagi, doa permintaannya muncul dari situasi ketidakadilan akibat poligami Elkana yang membuat Hana tercampakkan sebagai isteri yang tidak bisa memberikan anak laki-laki kepada Elkana. Hana lantas menyerahkan seluruh keluh-kesahnya kepada Tuhan dan Samuel menjadi pelayan Allah yang mendampingi serta memberikan penghiburan kepada Hana.

Arahkan liturgi pada sebuah titik di mana jemaat memahami bahwa anak merupakan anugerah Allah. Permintaan Hana agar Allah memberikan seorang anak kepadanya memberi indikasi bahwa Hana sangat memahami bahwa segala-sesuatu berasal dari Allah saja.

Ada dua hal yang harus secara sensitif dijaga dalam liturgi. Pertama, bagaimana dengan orangtua yang tidak dikaruniai anak oleh Allah? Kedua, bagaimana dengan orangtua yang kehilangan anak yang mati dalam usia muda?

Kaitkan liturgi dengan Minggu khusus ini di mana guru-guru sekolah minggu dilantik ke dalam pelayanan mereka. Para guru harus menyadari bahwa pelayanan khusus ini sangat berharga, sebab Allah mempercayakan anak-anak ini kepada mereka. Orangtua juga harus menyadari bahwa anak yang dipercayakan Tuhan kepada mereka membuat orangtua menjadi pihak paling bertanggungjawab atas pertumbuhan iman anak-anak. Tugas ini tidak boleh diserahkan begitu saja kepada gereja.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan