Masih Ada Asa…
1 Pada suatu kali, dalam rangka memenuhi undangan untuk memimpin kebaktian, saya menginap di rumah seorang rekan pendeta di Bandung. Rekan itu pernah bersama saya melayani di GKI Malang, tahun 1980-an. Bahkan ia, Pdt. Budiono Adi Wibowo, adalah pendeta yang menahbiskan saya pada tahun 1984. Bersama istrinya ia menjemput saya di stasiun kereta api. Walau sudah lebih dari sepuluh tahun tidak berjumpa, saya masih dengan mudah mengenalinya. Ia kelihatan... [baca..]
Menghormati Tuhan-Menghargai Sesama
Sebuah Refleksi Atas Sikap Terhadap Ibadah di GKI Pondok Indah1. Hari Sabtu, 9 April 2011, adalah hari yang kelam dalam perjalanan GKI Pondok Indah sebagai tubuh Kristus. Pada hari itu untuk pertama kalinya terjadi, seorang anggota jemaat GKI Pondok Indah mengacaukan dan melecehkan sebuah kebaktian peneguhan dan pemberkatan pernikahan. Begitu pendeta yang memimpin ibadah selesai mengucapkan “ayat pembukaan”, ia, bersama suaminya, masuk dari pintu samping di dekat tempat duduk Majelis Jemaat, langsung menyambar... [baca..]
Penatua yang Punya Pendirian
Dalam kwartal akhir tahun 1983 saya diundang oleh GKI Malang untuk datang berkhotbah di jemaat GKI Malang, serta untuk berbincang-bincang dengan Majelis Jemaat dan Komisi-komisi di sekitar rencana pemanggilan saya untuk menjadi pendeta GKI Malang. Dari Jakarta, saya naik bis malam ke Surabaya menjenguk dua orang teman baik saya, Pdt. Agus Susanto yang waktu itu melayani jemaat GKI Diponegoro dan Pdt. Andreas Agus Susanto yang melayani GKI Residen... [baca..]
Pengacara Berhati Nurani
Pertama kali kami berjumpa dan berkenalan adalah ketika pada suatu kali, sekitar tiga tahun yang lalu, saya diundang untuk memimpin kebaktian di jemaat GKI Diponegoro Surabaya. “Selamat siang Pak Purboyo, saya Rachmat, penatua di sini. Saya yang ditugasi untuk menjamu Bapak selama menjadi tamu kami,” ujarnya ramah seraya menjabat tangan saya dengan erat. Sejak itu dalam berbagai pertemuan, walau rentang waktunya renggang, kami kian baik mengenal... [baca..]
Ketika Tangan Tuhan Menggamit…
Perawakannya termasuk kecil untuk seorang perempuan. Kurus, agak bungkuk, tetapi masih bisa berjalan dengan cepat, berkacamata tebal dan sangat sehat. Beliau mempunyai kebiasaan yang waktu itu saja sudah aneh bagi kami anak-anak, yaitu makan pinang, yang ditutup dengan mengunyah tembakau. Usianya sudah tujuhpuluhan, walau tidak ada seorang pun di dalam keluarga yang mengetahuinya dengan tepat. Kami selalu memanggilnya: Mbah Ineng, sebutan akrab dari... [baca..]
Christmas Carol Yang Mengesankan
Ketika saya memulai pelayanan di jemaat GKI Pondok Indah, saya mendengar bahwa GKI Pondok Indah mempunyai program Christmas Carol. Waktu itu yang terbayang oleh saya adalah kebiasaan yang saya tahu di Belanda, yaitu sekelompok orang berdiri di perempatan jalan, atau di muka rumah seseorang, menyanyikan lagu-lagu Natal. Dan memang itu juga yang kita saksikan di mal-mal mewah di Jakarta. Belakangan saya mengerti bahwa kegiatan itu dikoordinasikan dan... [baca..]
Ibuku–Guruku
“ Ary! Bangun…! Waktunya bersaat teduh!” terdengar suara Ibu membangunkan adik saya seraya mengetuk pintu kamar tidurnya dengan keras, yang membuat saya terjaga. Dan tak lama kemudian giliran saya terhentak oleh ketukan keras pada pintu kamar tidur saya. “Pungky! Bangun..! Waktunya bersaat teduh!” seru ibu saya yang terdengar amat keras di telinga. Tak lama kemudian beliau kembali mengetuk pintu kamar adik saya. “Ary! Bangun…... [baca..]
Dosen Yang Murah Hati
Saya sudah lama mengenal Pdt. Wyanto, sejak kami sama-sama mahasiswa teologi. Ia dari Sekolah Tinggi Teologia (STT) Duta Wacana di Yogyakarta, dan saya dari STT Jakarta, pada waktu itu saya masih duduk di tingkat persiapan dan ia di tingkat terakhir. Perkenalan kami terjadi dalam pertemuan mahasiswa teologi asal GKI Jawa Tengah di daerah Magelang, tahun 1974. Saat itu Pdt. Agus Susanto dan almarhum Ibu Nani juga hadir. Sekitar 20-an orang mahasiswa... [baca..]
Belajar dari Para Guru PAK
“Pak Purboyo, dapatkah Bapak membawakan renungan pada Perayaan Natal Guru-guru Pendidikan Agama Kristen (PAK), Minggu 14 Desember di lantai 3…?” tanya Pak Arman, ketua Komisi Pekabaran Injil GKI Pondok Indah. Tanpa berpikir panjang saya mengiyakannya setelah memeriksa agenda saya. Padahal sebenarnya selain belum pernah bertemu apalagi memimpin acara guru-guru PAK itu, saya juga tidak terlalu mengerti siapa guru-guru itu, serta bagaimana... [baca..]
Ming dan Ikan Emas Koki
Seusai mandi dan makan malam, ketika saya bermaksud untuk bersantai membaca-baca atau menonton film di televisi, telepon berdering. “Halo… Pungky… Ah, untung kamu di rumah…” “Hai Cu… Kenapa kok ‘untung aku ada di rumah?’” “Biasa… si Ming lagi. Ada-ada saja dia itu!” jawab Cu dengan nada kesal bercampur geli. Cu adalah seorang ibu muda yang harus sendirian membesarkan Ming, putra... [baca..]



