Komunitas: Persekutuan orang-orang Lemah

Mencintai atau mengasihi adalah kata yang gampang diucapkan, namun sangat berat untuk diwujudkan. Kisah-kisah tentang cinta dituliskan bahkan dinyanyikan dengan sepenuh hati. Dalam kenyataan hidup, orang yang saling mencintai tidak dapat bertahan lama dalam hubungan cinta mereka. Tidak sedikit hubungan dalam keluarga yang hancur dan pecah, banyak persahabatan yang tidak bertahan lama. Komunitas-komunitas, bahkan di gereja sekalipun tidak pernah bebas... [baca..]

Komunitas: Membongkar tembok-tembok individualisme

Buku-buku tentang motivasi diri hampir setiap hari diterbitkan dengan tema yang beraneka ragam. Memang, percaya pada diri sendiri yang banyak dibahas dalam buku-buku motivasi memberikan berbagai kepuasan, sebab sikap ini akan membuat kita merasa berkuasa, karena kita adalah tuan atas diri kita sendiri. Kita berusaha untuk membuktikan kepada diri kita sendiri bahwa kita menguasai keadaan dan mampu mengambil keputusan sendiri. Jika semua ini berhasil... [baca..]

KOMUNITAS : Lebih Dari Sekadar Keinginan Hati

Pernahkah Anda berjumpa dengan orang yang mempunyai harapan tetapi wajahnya muram, atau orang yang gembira yang kehilangan harapan? Namun, harapan tidak sama dengan keinginan hati, dan kegembiraan tidak sama dengan rasa senang. Keinginan atau kesenangan biasanya berkaitan dengan suatu hal atau suatu peristiwa. Kita ingin agar cuaca berubah dan perang berhenti. Kita ingin memeroleh pekerjaan yang lebih baik, gaji yang lebih besar atau penghargaan yang... [baca..]

Komunitas : Panggilan Untuk Menjadi Satu

Yohanes 17:1-26

“Komunio” (=bersatu dengan), menurut Henry Nouwen, adalah kata yang paling tepat yang dapat merangkum kerinduan hati seorang manusia. Allah memberikan hati kepada kita dan hati itu belum akan tenang sebelum sampai kepada komunio yang penuh. Kita mencarinya dalam persahabatan, dalam perkawinan, dalam komunitas. Kita mencarinya juga dalam kemampuan akan bakat – bakat kita, dalam keberhasilan kita, dalam saat – saat intim dan akrab. Dimanapun... [baca..]

Keluarga Kristen = Keluarga yang Bersyukur dan Melayani

Dalam rangkaian nasihat Paulus guna mempersiapkan Timotius yang masih muda itu, ada 2 kata kunci yang relevan dengan penghayatan kita sebagai “keluarga perjanjian”, yaitu bersyukur dan melayani. Paulus amat menyadari bahwa ia sebenarnya tidaklah layak untuk diampuni. Terutama mengingat apa yang pernah dilakukannya kepada orang-orang percaya di masa lalu, yaitu mengejar-ngejar dan menganiaya mereka. Sebab itu berarti bahwa ia telah melakukannya... [baca..]

Keluarga Kristen = Keluarga yang Tepat Menentukan Prioritasnya

Amat sulit pilihan yang dihadapi sang janda dari Sarfat. Bila ia menuruti permintaan Elia, satu-satunya jaminan baginya bahwa ia dan anaknya akan dapat makan, adalah janji Tuhan. Artinya bila janji Tuhan ditepati tidak akan ada persoalan, tetapi bila ternyata janji itu meleset, maka tak ada lagi apa pun untuk dimakan. Sedangkan kalau ia tak menuruti permintaan Elia, setidaknya ia dan anaknya masih akan dapat makan walau cuma sekali. Ternyata sang... [baca..]

Keluarga Kristen = Keluarga yang Percaya

“Percaya” atau “beriman” bukanlah sesuatu yang terjadi sekali dan selesai. Iman yang “otentik” adalah pada hakikatnya sebuah proses percaya melalui berbagai pengalaman hidup. Inilah teladan sang bapak dalam teks kita. Percayanya pada kuasa Yesus dihadapmukakan pada kenyataan yang pahit: anaknya sakit, dan para murid Yesus sama sekali tak mampu menyembuhkannya. Imannya diuji oleh kekuatirannya bahwa anaknya takkan dapat sembuh. Itu semua... [baca..]

Keluarga Kristen = Keluarga Perjanjian

Dengan pertolongan Tuhan, orang Israel menyeberangi sungai Yordan dekat Yerikho. Sesudahnya Tuhan memerintahkan Yosua agar 12 orang dari setiap suku, mengambil masing-masing sebuah batu dari sungai Yordan, dan meletakkannya di Gilgal sebagai tanda peringatan. Keduabelas batu tadi adalah peringatan atas “apa yang telah dilakukan Tuhan bagi umat-Nya“. Dan yang menarik adalah bahwa tanda peringatan itu ditegakkan terutama bagi anak-anak umat... [baca..]

Sejauh Mana Kepedulian Kita

Mari kita merenung sejenak, sajak seorang malang yang mencari solusi atas persoalan hidup kepada seorang rohaniawan…. Saya kelaparan, Dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya. Saya terpenjara, Dan Anda menyelinap untuk berdoa untuk kebebasan saya. Saya telanjang, Dan Anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya. Saya sakit, dan Anda berlutut dan menaikkan syukur kepada Yesus atas kesehatan anda. Saya tak... [baca..]

Allah Peduli Kepada Umat-Nya

Kurun waktu lebih 20 tahun menjadi Penginjil belum cukup membuat Charles Templeton memahami karakter Allah yang peduli dan kasih kepada manusia. Templeton kehilangan seluruh iman Kristianinya dan menjadi seorang agnostik. Kisahnya, berawal dari potret seorang wanita berkulit hitam di Afrika Utara, yang sedang menggendong jasad anak bayinya sambil menatap langit dengan tatapan kosong dan putus asa, seperti memohon hujan kepada Allah. Karena pada waktu... [baca..]

« Previous PageNext Page »