EMAUS: Menyongsong Matahari Terbit

Kisah Para Rasul 2:14, 36-41; Mazmur 116:1-4, 12-19; I Petrus 1:17-23; Lukas 24:13-35

Emaus adalah saksi atas perjumpaan Kristus yang bangkit dengan dua orang murid. Dengan kepiawaian naratif yang luar biasa, penulis Injil Lukas menahan selama mungkin kesadaran kedua murid bahwa “orang asing” yang tiba-tiba menjadi kawan perjalanan itu ternyata adalah Kristus yang mati dan bangkit. Perjalanan dalam duka memang akan lebih ringan dilakoni ketika ada seseorang yang menjadi kawan seperjalanan—sekalipun ia seorang asing. Kedua murid... [baca..]

Keraguan yang Menuntun kepada Pengakuan

Yohanes 20 :19-31

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Demikianlah perkataan Tomas ketika merespon pengalaman sukacita murid-murid yang lain berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Menyakini berita tentang orang mati yang kemudian bangkit dan menampakkan diri, bukanlah suatu berita yang mudah diterima. Tomas... [baca..]

IA Mendahului Kamu Ke Galilea

Matius 28:1-10

Paska adalah sebuah perayaan kemenangan iman. Yesus yang mati, Yesus yang ditangisi, kini telah bangkit. Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Ia adalah Sang Mesias, yang memerdekakan kehidupan ini dari penindasan dosa. Kebangkitan-Nya menumbuhkan pengharapan dan semangat untuk melewati hari dengan sukacita. Yesus yang bangkit itu ada di Galilea. Ia lebih dahulu (mendahului) hadir di Galilea. Apa yang penting dari Galilea sehingga Yesus mengutamakan... [baca..]

YERUSALEM: Pemuliaan Menuju Penderitaan

Yesaya 50:4-9 dan Matius 21:1-11

Dipuja dan dihina, disanjung dan dijatuhkan menjadi semarak kita lihat, dengar dan baca saat ini seiring dengan kemeriahan Pemilu Indonesia. Yang satu diarak yang lain dijatuhkan. Sekelompok orang banyak bersikap sekedar melihat keuntungan. Hari ini berseru untuk mendukung tetapi besok berteriak dengan cercaan. Begitu mudah dan begitu cepat berbalik dari satu sikap kepada sikap yang lain. Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, tempat di mana Dia akan... [baca..]

Allah Yang Memulihkan

Yehezkiel 37:1-14 (PRA PASKA 5)

Pada saat tubuh menjadi lemah, kita mengharapkan pemulihan agar tubuh dikuatkan dan disegarkan kembali. Ketika keluarga menjadi retak dan tercerai berai, kita juga mengharapkan pemulihan agar kesatuan dan kesehatian hadir dalam keluarga. Dengan kata lain pada saat kondisi damai sejahtera jauh dari kenyataan maka pengharapan akan pemulihan makin menguat mengiringi segala perjuangan dan usaha kita. Setiap orang menginginkan kelegaan dari himpitan, kemerdekaan... [baca..]

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Sam. 16:1-13; Mzm. 23; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-23, 37-41

Tidak sedikit orang yang setiap hari terbangun dalam kecemasan karena beban-beban tersembunyi yang menekan. Apakah Anda dan saya termasuk di dalamnya ? jika demikian, mari kita belajar dari Mazmur 23, yang mengajarkan bagaimana Allah menghendaki saya menanggapi kecemasan dalam hidup saya. Dalam Mazmur 23 ditunjukkan kepada kita suatu cara yang membangun dan menghormati Allah dalam menanggapi kecemasan dalam hidup ini. Ia mendorong kita untuk memercayai... [baca..]

Ditempa oleh Penderitaan

Kel. 17:1-7; Mzm. 95; Rom. 5:1-11; Yoh. 4:5-26, 39-42

Hujan debu Gunung Kelud menyebabkan Jogya yang biasanya hiruk pikuk menjadi kota mati. Orang masih ragu memulai usaha warungannya, kecuali satu warung kecil di bantaran sungai. Di warung itu kelihatan sepi, hanya ada ibu penjual yang dibantu anaknya dan dua orang pelanggan. “malam bu…” sapaku, “Malam mas, mau makan apa? tanyanya “Nasi gudeg suwir pakai telor ya bu” jawabku cepat. “masih banyak debu dijalanan kok sudah keluar rumah... [baca..]

Penjagaku tidak Terlelap

Kej. 12:1-4a; Mzm. 121; Rom. 4:1-5, 13-17; Yoh. 3:1-17

“In God we trust” , kalimat yang tertulis di mata uang dollar Amerika sejak 1957 ini, jika bukan hanya sebatas slogan saja akan memberikan kelegaan dalam hidup ini. Kepercayaan adalah dasar yang penting dalam kehidupan. Ketika misalnya dalam suatu rumah tangga yang awalnya didasari dengan saling percaya sekonyong-konyong berada di ambang kehancuran karena kata ‘saling memercayai’ mulai tergerus, tereduksi dan hanya tersisa kata ‘saling mencurigai’.... [baca..]

“Jangan Bawa Kami kedalam Pencobaan”

Kej. 2:15-17, 3:1-7; Mzm. 32; Rom. 5:12-19; Mat. 4:1-11

Permohonan “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan”, seringkali menimbulkan pemahaman yang keliru, karena seolah-olah doa ini menjadi permohonan supaya Allah jangan bertindak mencelakakan kita dengan memasukkan kita ke dalam pencobaan. Kata “Membawa” berasal dari kata Ibrani/Aram yang secara harafiah berarti “menyebabkan pergi (jatuh)”, dengan demikian kalimatnya seharusnya dipahami menjadi “Sebabkanlah (buatlah/jagalah) kami supaya... [baca..]

Dengarkanlah Dia!

2 Petrus 1:16-21; Matius 17:1-9

Kata kerja mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda. Mendengar adalah memfungsikan alat pendengaran tanpa mengikut sertakan hati. Sedangkan mendengarkan selalu melibatkan mata, hati dan pikiran. Setiap hari berebutan suara yang minta perhatian kita, ada suara yang berkata, “Buktikan bahwa dirimu adalah orang baik.” Suara yang lain berkata, “Semestinya engkau malu terhadap dirimu sendiri.” Ada suara lain lagi yang berkata, “Sebenarnya... [baca..]

« Previous PageNext Page »