Rahmat di Tempat Tak Terduga

Lukas 4:21-30

Belum ada komentar 47 Views

Rahmat adalah pemberian Allah yang kita terima bukan karena kita berhak menerimanya. Ia adalah pemberian Allah sekalipun kita tak layak menerimanya. Mengapa rahmat itu terkadang Allah berikan di tempat-tempat yang tak terduga? Sebab, memang, kita tidak dapat mengkalkulasi anugerah Allah itu sesuai dengan pertimbangan dan logika kita. Ia muncul semata-mata dari kedaulatan dan kebebasan ilahi. Sikap memastikan rahmat Allah dan mematok bahwa rahmat itu harus terjadi sesuai keinginan manusia ditampilkan oleh penduduk Nazaret, tempat asal Yesus. Mereka menganggap diri mereka layak menerimanya. Inilah sikap entitlement; merasa berhak dan layak. Dan Yesus sangat tidak menyukai sikap semacam itu. Sikap semacam ini sungguh berbahaya, sebab sikap ini dapat membuat kita mengerdilkan Allah menjadi pesuruh kita dan mengagungkan diri kita sendiri sebagai tuan bagi Sang Tuhan.

Itu sebabnya, Ia memberi contoh Nabi Elia dan Nabi Elisa. Pada masa Elia, Allah ternyata memilih janda Sarfat, seorang asing, sebagai penerima rahmat, bukan janda-janda Israel. Demikian juga, Elisa. Ia diperintah Allah untuk menyembuhkan seorang kafir bernama Na’aman, bukan penderita kusta lain dari kalangan Israel. Kedua nabi ini sungguh menunjukkan bahwa status “umat pilihan” tidak membuat rahmat Allah otomatis menjadi hak mereka. Kiranya kita juga memiliki kerendahhatian untuk membiarkan Allah menjadi Allah. Ia berdaulat dan bebas sepenuhnya untuk merahmati siapa pun dan kapan pun Ia mau. Sungguh, rahmat Allah dapat muncul di tempat yang tak terduga. Amin. (JA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...