Berkomunitas

Berkomunitas

Belum ada komentar 12 Views

Sebagai makhluk sosial, manusia harus bergaul dengan manusia lainnya. Tidak ada seorang manusia pun yang bisa hidup sendiri, tanpa berinteraksi dengan manusia lainnya. Manusia harus berinteraksi dengan manusia lain karena manusia mempunyai kebutuhan dan dia harus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.

Yang paling sederhana, misalnya kebutuhan untuk makan dan minum. Untuk memenuhinya dia harus berinteraksi dengan orang lain, lain halnya dengan binatang yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Sejak bayi, manusia sudah membutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia yang paling primitif pun mempunyai komunitas untuk berinteraksi dengan sesamanya.

Dalam memilih tempat untuk berinteraksi, manusia cenderung mencari komunitas atau orang-orang yang mempunyai kesamaan dengan dirinya. Apakah kesamaan dalam minat, dalam hobi, dalam pekerjaan atau profesi, dalam olahraga, dalam harapan, dalam penderitaan, dalam pelayanan, dan sebagainya.

Sebagai seorang Kristen, bagaimana dan di mana kita berinteraksi dengan sesama orang Kristen? Yang pasti di gereja, tetapi gereja juga bisa tidak menjadi tempat untuk berinteraksi. Bagi jemaat yang langsung pulang setelah kebaktian usai, gereja bukanlah tempat yang pas untuk berinteraksi. Mungkin mereka mempunyai tempat lain untuk berinteraksi, gereja hanya tempat ibadah semata. Gereja bukan menjadi komunitas buat mereka.

Tempat lain untuk berinteraksi bagi jemaat adalah di persekutuan, bisa persekutuan di wilayah atau persekutuan di komunitas basis (Kombas) yang sudah ada lebih dari sepuluh tahun. Akan tetapi, untuk sebagian jemaat, Persekutuan Wilayah atau Persekutuan Kombas juga tidak selalu pas atau cocok menjadi tempat untuk berinteraksi. Sebabnya bisa macam-macam, bisa tidak cocok waktunya, bisa tidak cocok dengan orang-orangnya, bisa tidak cocok dengan acaranya, bisa tidak cocok dengan minatnya dan bisa tidak cocok dengan 1001 sebab yang lain.

Sebagai pengikat yang paling kuat dalam suatu komunitas, sehingga anggotanya mau berinteraksi adalah komunitas yang bisa memenuhi kebutuhannya. Komunitas yang bisa memuaskan kebutuhan para anggotanya akan menjadi tempat yang paling menyenangkan, anggota akan merindukan untuk berinteraksi dengan anggota komunitas lainnya. Kesempatan untuk berkumpul di komunitas itu akan sangat ditunggu-tunggu.

Persekutuan Kombas (teritorial), dalam beberapa hal, mungkin kurang cocok bagi kita, tetapi persekutuan ini adalah persekutuan yang dipersiapkan. Topik dan materi yang akan dibahas dalam persekutuan ini sudah disiapkan oleh Pendeta, dan materi ini akan dibahas di dalam setiap Persekutuan Kombas yang ada.

Persekutuan Kombas tidak sama dengan Pemahaman Alkitab atau Persekutuan Doa. Suasana dalam persekutuan ini lebih bersifat sharing dan diskusi, sehingga tidak kaku dan lebih santai. Kita bisa berbagi tentang pengalaman, pendapat atau bertanya tentang berbagai hal, tentunya yang berhubungan dengan topik yang dibahas. Kita juga dapat memperoleh sesuatu dari pembacaan Firman Tuhan, sharing, pendapat atau pengalaman orang lain yang disampaikan dalam persekutuan itu.

Ada kata-kata bijak yang mengatakan, “Menjadi siapa kita dalam beberapa tahun ke depan tergantung dengan siapa kita bersekutu atau bergaul”. Kalau kita sering bergaul dengan para pencopet, dalam beberapa waktu kita akan menjadi pencopet juga. Persekutuan Kombas adalah persekutuan yang sudah dirancang agar para anggota atau para peserta mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, artinya persekutuan ini adalah persekutuan yang positif, bukan tempat bergunjing atau tempat bergosip.

Mari kita jadikan Persekutuan Kombas ini menjadi pertemuan yang ditunggu-tunggu, di mana kita bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Mari kita tentukan mau menjadi manusia seperti apa kita dalam beberapa tahun ke depan.

Sindhu Sumargo

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Artikel Lepas
  • kejahatan
  • Antara Pak Badu dan Yudas
    “Sungguh lebih baik jika Yudas tidak dilahirkan.” Kalimat ini sering muncul dari mulut orang-orang Kristen ketika dirundung kesedihan Jumat...
  • Jangan Menyerah
    Bacaan: Lukas 18:1-8
    “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari...
  • Kejujuran, Kesantunan & Etika MAKIN PUDAR
    Jujur, santun dan beretika adalah tiga kata yang sangat menentukan dalam peringkat kehidupan seseorang atau sebuah bangsa. Negara-negara tanpa...
Kegiatan