Bendahara Yang Tidak Jujur

Bendahara Yang Tidak Jujur

2 Komentar 11 Views

Pak Pdt.,

Dalam beberapa kali kebaktian saya mendengar khotbah yang diambil dari Lukas 16:1-9. Yang terakhir pada bulan September 2009, sayangnya waktu itu bersamaan ada pendeta tamu dari Korea dengan bahan renungan dari Injil lain, praktis firman tersebut tidak dibahas sama sekali.

Begini Pak Pendeta, jujur saja, saya tidak mengerti penekanan pada perikop Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur tersebut, karena ada bagian yang menurut saya kontradiktif yakni: ayat 8 tertulis… tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik.

Saya berpikir: apanya yang hebat sehingga ia dipuji, tidakkah tindakannya itu sama seperti politikus yang masa jabatannya mau habis maka mengambil hati rakyat agar terpilih kembali. Mohon maaf Pak Pendeta, saya memang sering menghubung-hubungkan dengan keadaan nyata di sekeliling saya.

Pertanyaannya, mohon diterangkan maksud perikop tersebut di atas. Atas pencerahannya terima kasih.

S.U di Jakarta

Jawab:

Saudara SU yang baik,

Memang perikop ini merupakan perikop yang tidak mudah kita pahami. Karena itu kita harus berhati-hati membaca perikop ini agar kita dapat menangkap maknanya. Baiklah, mari kita melihat sekali lagi perikop ini:

1. Perikop ini adalah sebuah perumpamaan, dan pujian kepada bendahara yang tidak jujur itu datang dari sang tuan yang ada dalam perumpamaan itu. Apakah itu berarti mewakili pujian dari Yesus? Dalam konteks perumpamaan ini, sang tuan tidak mewakili Allah atau Yesus. Karena itu kita harus berhati-hati untuk tidak secara langsung menghubungkan sang tuan dengan Allah atau Yesus. Sang tuan ya adalah sang tuan dalam kisah perumpamaan itu. Bukankah dalam sebuah alur perumpamaan bisa saja muncul pujian dari siapapun dan dalam situasi apapun?

2. Coba perhatikan pujian dari sang tuan: “Lalu tuan itu memuji bendahara YANG TIDAK JUJUR ITU, karena ia telah bertindak dengan CERDIK.” Artinya, tetap disadari bahwa bendahara itu TIDAK JUJUR. Yang dipuji bukanlah KETIDAKJUJURAN si bendahara, melainkan KECERDIKAN si bendahara dalam merespons situasi yang dihadapinya. Itulah sebabnya Yesus kemudian menambahkan kalimat: “Sebab ANAK-ANAK DUNIA ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada ANAK-ANAK TERANG”. Dengan sangat jelas Yesus menyejajarkan bendahara yang tidak jujur itu dengan anak-anak dunia. Dalam hal ini Yesus tidak pernah memuji bendahara yang tidak jujur itu atas ketidakjujurannya. Tetapi soal kecerdikan, anak-anak terang kadang harus belajar dari anak-anak dunia tetapi tetap dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai anak-anak terang. Bukankah kita dipanggil untuk CERDIK seperti ular dan TULUS seperti merpati? (Matius 10:16).

3. Yang terakhir, sebagai penutup dari perumpamaan itu, Yesus berkata: “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, KAMU DITERIMA DI DALAM KEMAH ABADI. Mamon adalah dewa uang, dan sering diidentikkan dengan uang. Bagi Yesus, uang tetap diperlukan oleh anak-anak terang, tetapi tetap harus disadari bahwa yang paling penting adalah TETAP DITERIMA DALAM KEMAH ABADI. Jadi, Yesus tetap mementingkan kebaikan yang membuat kita dapat diterima dalam kemah abadi. Namun melalui perumpamaan ini, Yesus sedang memberikan tantangan buat kita. Kalau anak-anak dunia bisa memakai kecerdikan untuk hal yang tidak baik, mengapa kita sebagai anak-anak terang tidak memakai kecerdikan untuk hal-hal yang baik?

Nah, semoga melalui penjelasan ini, menjadi jelas apa makna pujian dari sang tuan dalam perumpamaan Yesus ini.

2 Comments

  1. Yohanes Suwanto

    Terima kasih atas penjelasan “Perumpamaan bendahara yang tidak jujur” sehingga menambah wawasan saya. Baru saja (1 Mei 2013) saya mengikuti PA dengan tema tersebut, dan terjadi pemahaman yang beragam. Oleh karena itu, penjelasan tersebut sangat berguna bagi kami dalam memahami perumpamaan tersebut.
    Terima kasih.
    Yohanes Suwanto

  2. paulbolla

    Maaf, sumbang pikiran:

    Perikop Lukas 16:1-9 merupakan salah satu bagian bacaan alkitab yang tidak mudah dimengerti dan membutuhkan ahli untuk menjelaskan maknanya. Bantuan sederhana adalah dengan membaca tejs terjemahan bahasa Yunani atau pembanding terjemahan bahasa Inggris.

    Menurut hemat saya, perumpaan ini hanya untuk memberi pesan perhal KECERDIKAN dan PEMANFAATAN UANG yang benar. Tidak semua hal dari detail cerita (bacaan) harus ditafsirkan.

    Terima kasih,
    paul bolla

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Intervensi Allah, Kitab Suci dan ke Gereja
  • Kemanakah tubuh & roh setelah mati
    Kemanakah tubuh & roh setelah mati
    Pak Pendeta Yth. Dalam khotbahnya tentang Trinitas, Pdt. Joas mengatakan bahwa kalau kita mati, maka bukan saja tubuh kita...
  • Iblis Berkuasa Menggoda?
    Iblis Berkuasa Menggoda?
    Bapak Pendeta Yth. Sebagai awam, terkadang timbul pertanyaan saya ketika membaca bagian-bagian tertentu dalam Alkitab. Berikut pertanyaan yang saya...
  • Hosana
    Hosana
    Pak Pendeta Yth, Di dalam Matius 27:52-53, diceritakan bahwa ketika Yesus mati, maka ada banyak orang kudus yang telah...
  • ALLAH Abraham Ishak Yakub
    ALLAH Abraham Ishak Yakub
    Pak Pendeta yang baik, Di dalam Keluaran 3:15 dikatakan bahwa Allah berfirman kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel:...
Kegiatan