ALLAH Sang Sutradara?

Belum ada komentar 296 Views

Bapak Pendeta Yth.
Saya sedang membaca kitab Yehezkiel dan di sana terdapat banyak segala nubuatan, baik bagi bangsa Israel, maupun bagi bangsa-bangsa lain. Membaca nubuatan-nubuatan tersebut, saya seakan-akan melihat Allah sebagai sutradara yang sudah membuat plot yang akan dimainkan oleh manusia. Semua sudah direncanakan, dan pasti akan terjadi. Betapa mengerikan hidup di zaman itu! Saya jadi bertanya-tanya, apakah Allah menghidupkan saya pada zaman sekarang ini juga karena suatu maksud tertentu? Apakah saya hanya orang yang memainkan sebuah peran yang sudah ditentukan bagi saya di dunia ini? Apakah Tuhan sudah menentukan peran antagonis atau protagonis bagi saya? Mohon pencerahannya ya? Banyak terima kasih. (Tina)

Saudari Tina yang baik,

Saya tidak sependapat dengan Anda. Benar, Allah punya rencana dengan hidup kita, namun itu bukan berarti Allah adalah sang sutradara dan manusia hanya memainkan plotnya saja. Justru dalam kitab Yehezkiel-lah dijelaskan tentang peranan manusia yang bisa mengubah segala rencana Allah. Coba Anda perhatikan Yehezkiel 33:13-16. Digambarkan di sana bahwa Allah punya rencana untuk menghadirkan kehidupan buat orang benar. Namun ketika orang benar itu lupa diri dan berbuat curang, maka kematian akan diterimanya. Sebaliknya, Allah punya rencana untuk menghadirkan kematian buat orang jahat, namun ketika orang jahat itu bertobat, maka kehidupan akan diberikan kepadanya.

Nah, berdasarkan ayat tadi, jelas, Allah selalu punya rencana buat setiap orang. Namun rencana itu bukanlah plot sang sutradara yang tidak dapat diubah oleh manusia. Allah amat menghargai manusia dan respons manusia atas rencana Allah yang menentukan apakah rencana itu tetap jalan atau berubah.

Nah, apakah Allah juga punya rencana dengan kehidupan Anda sekarang ini? Pasti! Coba Anda perhatikan Efesus 2:10. Allah punya rencana dengan kehidupan Anda, yaitu untuk melakukan ‘pekerjaan baik’ yang Allah telah persiapkan buat Anda. Pekerjaan baik macam apa? Allah tidak berbicara secara spesifik. Andalah yang harus mencarinya! Jika dalam hidup Anda ada ‘pekerjaan baik’ yang memanggilmu, lakukanlah! Jangan menunda waktu. Mungkin itulah rencana Allah buat hidupmu. Lain hari Anda menemukan sebuah ‘pekerjaan baik’ lain, yang memanggilmu, lakukan! Begitu seterusnya.

Belajarlah dari para penabur benih, yang terus menabur tanpa henti, karena mereka tidak tahu, benih mana yang akan berhasil tumbuh (Pengkhotbah 11:6), begitu juga dalam ketidaktahuan kita akan ‘pekerjaan baik’ mana yang menjadi rencana-Nya, ya kita terus melakukan (menabur) pekerjaan baik tanpa henti dan biarlah Allah yang menentukan pekerjaan baik mana yang menjadi rencana-Nya buat kita.

Yang jelas, tidak ada sesuatu yang kebetulan. Anda ada untuk sebuah alasan, yaitu ‘pekerjaan baik’ yang Tuhan sudah siapkan. Selamat menabur benih kebaikan, Tuhan memberkati! •

>> Pdt. Rudianto Djajakartika

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Persembahan Bagi Tuhan
    Yth. Pak Pendeta, Mengapakah ragi dan madu dilarang digunakan bangsa Israel pada saat membakar hewan-hewan korban di Kemah Suci,...
  • upacara gereja
  • Kerajaan Maut
    Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
    Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya,...
  • Manusia Purba
    Pak Pdt. yang baik, Bolehkah saya meminta penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang mengusik hati saya: Siapakah manusia...
  • upacara gereja
    Mengapa Tuhan Mengeraskan Hati Firaun?
    Bapak Pendeta Yth. Di dalam Keluaran 8-10, diceritakan tentang Tuhan yang mengeraskan hati Firaun. Mengapa Tuhan mengeraskan hati Firaun?...
Kegiatan