Agustinus bersaksi; "Meninggal, Hidup Lagi"

Agustinus bersaksi; "Meninggal, Hidup Lagi"

Belum ada komentar 62 Views

SYALOOM! Salam Sejahtera,

Untuk Bapak/Ibu semua terima kasih atas kesempatan ini. Saya bisa menyaksikan mujizat Tuhan yang terjadi atas hidup saya.

Saya, Agustinus lahir 30 Agustus 1985, anak yatim. Ayah saya meninggal pada tanggal, 7 Januari 2002. Demi kelanjutan sekolah saya maka saya masuk Panti Asuhan “Pancaran Kasih”.

Pada tanggal 7 Juli 2002 saya kesetrum listrik, saya sudah tidak ingat apa-apa lagi. Begitu dibawa ke rumah sakit terdekat, Dokter menyatakan bahwa saya sudah meninggal. Selama 15 menit jantung saya berhenti. Tetapi Mami Sri dan seluruh anak Panti berdoa dan berteriak minta tolong pada Tuhan supaya hidup kembali. Waktu itu juga mujizat terjadi, jantung saya mulai berdenyut lagi. Lalu dibawa ke Rumah Sakit Husada masuk di ruang ICU tubuh saya penuh dengan alat-alat dokter. Selama beberapa hari tidak ada perkembangan yang pasti, lalu ada satu anak Tuhan yang sudah membeli peti mati untuk saya.

Selama dua minggu di ruang ICU saya masih koma. Tiap hari kejang terus. Saya tidak dapat mendengar juga tidak dapat melihat.

Setelah tiga minggu dalam keadaan kritis, saya dipindahkan ke ruangan biasa, lalu Mami Sri, hamba-hamba Tuhan dan seluruh pengerja ambil doa puasa tiga hari. Semenjak saya di ruangan baru ini, Tuhan bekerja luar biasa. Mujizat demi mujizat terjadi. Saya mulai bisa mengenali Mama dan adik saya yang menunggui saya. Singkatnya akhir dari doa puasa mereka saya bisa makan dan minum tanpa selang dan badan saya mulai bisa bergerak.

Lalu Mama memberitahu pada kelompok doa dan mereka mendengar berita baik ini, dalam penyembahan akhir dari doa puasa lalu semua kelompok doa tersebut berteriak mengucap syukur kepada Tuhan karena sudah mendengar permohonan doa anak-anaknya yang tulus. Hingga kami semua melihat mujizat Tuhan terjadi dan saya adalah saksi hidup, dalam waktu satu minggu di ruang melati RS Husada, saya bisa berjalan walaupun seperti robot. Sampai saat ini saya tidak lagi berobat ke dokter.

Mama sayaselalu membawa saya ke ibadah-ibadah. Salah satu persekutuan doa yang menjemput saya Persekutuan Doa Pondok Daud. Saya tiga kali mengikuti KPPI dan saya merasakan jamahan Tuhan yang luar biasa.

Saat ini saya berharap kondisi saya semakin baik dengan demikian saya bisa sekolah kembali.

Kiranya kesaksian saya ini akan menjadi berkat bagi saudara semua dan saya minta dibantu doa terus supaya cepat pulih.

Sekali lagi, terima kasih saya pada Tuhan Yesus yang ajaib, pada Mami Sri dan seluruh hamba Tuhan yang mendukung doa juga biaya untuk saya, sehingga saya bisa seperti sekarang ini. Terima kasih, TUHAN MEMBERKATI, AMIN!

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Sudut Hidup
  • Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah ini bermula pada tahun 1971, ketika tugasku beralih menjadi “eksekutif” salah satu organisasi komoditas tanaman keras yang baru...
  • BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    Sejak kecil, aku dididik ayah untuk berdoa setiap pagi sebelum melakukan aktivitas hari itu. Sampai kini, doa pagi itu...
  • Mozaik Kehidupan
    Mozaik Kehidupan
    Salah satu kegemaran saya adalah bidang sejarah. Selain sejarah perkembangan peradaban dan sejarah politik, sejarah gereja menarik minat saya....
  • Lely simatupang: Fighting for My One Minute
  • Ruth K. Trijoso: Tantangan  Menghadapi  Transplantasi  Kornea
Kegiatan