TUHANLAH HARAPANKU

Mazmur 71:1-6

Belum ada komentar 232 Views

Sebab Engkaulah harapanku, ya TUHAN, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. (Mazmur 71:5)

Saya memiliki seorang sahabat sejak masa SMA yang memberikan banyak kenangan manis. Namun selepas SMA kami harus berpisah karena dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Inggris. Sudah lama kami tidak saling berhubungan karena sulitnya sarana komunikasi saat itu. Tiba-tiba ketika terjadi peristiwa kerusuhan Mei 1998, ia dengan sengaja menelepon dan menanyakan bagaimana kabar saya karena ia mencemaskan keadaan saya. Lalu ia mengirimkan uang dari luar negeri untuk menunjukkan kasih dan perhatiannya yang besar.

Bagi pemazmur, TUHAN adalah tempat ia berlindung, yang digambarkan sebagai gunung batu perlindungan, bukit batu, dan pertahanannya. Ketika Daud mengalami kondisi terjepit oleh musuh-musuh yang hendak menyerangnya, maka ia berseru kepada TUHAN. TUHANlah pengharapannya, sehingga ia selalu memohon pertolongan-Nya untuk melepaskannya dari situasi sulit dan berat. Ia mengakui sejak masa mudanya ia sudah percaya kepada TUHAN dan selalu mengandalkan-Nya dalam kehidupannya, bahkan sampai masa tuanya.

Di tengah dinamika kehidupan yang selalu berubah-ubah, kita membutuhkan tempat bergantung yang bisa diandalkan untuk menghadapi berbagai persoalan hidup. Pemazmur mengajak kita menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sandaran dan pengharapan kita, karena ia sendiri telah mengalami bagaimana Tuhan tidak pernah mengecewakan sejak masa mudanya. Karena itu berserulah kepada Tuhan ketika kita berada dalam pergumulan, karena Ia dapat dipercaya untuk menolong kita. [Pdt. Melani Ajub Egne]

REFLEKSI:
Di dalam Tuhan ada pengharapan bahwa kita tidak akan dibiarkan sendirian, namun kita akan diluputkan dari berbagai hal yang menekan kita.

Ayat Pendukung: 2 Taw. 35:20-27; Mzm. 71:1-6; Kis. 19:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...