Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman dahulu. (Mazmur 77:12)
Ada seseorang yang kehilangan orang yang dikasihinya. la menangis dan mempertanyakan, “Di mana Tuhan?” Seorang yang lain divonis menderita penyakit terminal. la kaget, sedih, dan kecewa. la berupaya mencari penyebabnya, tetapi tidak dapat menemukannya. “Di mana Tuhan?” Berbagai perasaan berkecamuk dalam pikirannya. Apakah Tuhan lupa kepada kita?
Dalam kehidupan, kita pasti berjumpa dengan berbagai kesulitan. Kita mengalami masa ketika kondisi fisik pun terpengaruh akibat beratnya persoalan hidup. Pemazmur dalam Mazmur 77 mengungkapkan bagaimana ia mengingat kasih setia TUHAN. Dalam setiap keadaan, khususnya di tengah titik nadir kehidupan, pemazmur mengingat perbuatan-perbuatan baik dan keajaiban- keajaiban TUHAN. Dengan mengingat kebaikan TUHAN, pemazmur dapat tetap tenang dan tetap kuat, sekalipun berada di tengah permasalahan dan kesulitan hidup.
Selama kita masih ada hingga saat ini, apa pun persoalan hidup yang dihadapi, dan seberat apa pun masalah yang dialami, Tuhan tetap berjalan bersama kita serta memberikan kekuatan. Tuhan tidak pernah lupa memberkati kita hari demi hari. Kitalah yang sering kali membatasi pemahaman kita tentang berkat dan penyertaan Tuhan. Badai hidup pun merupakan bentuk penyertaan Tuhan agar kita belajar untuk semakin berserah dan menjadi semakin kuat. Ingatlah, Tuhan tidak pernah melupakan kita. Tuhan senantiasa hadir dan menyertai kita. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Tuhan tidak pernah melupakan kita. Tuhan tidak pernah lupa mencurahkan berkat-Nya atas kita.
Ayat Pendukung: Yos. 3:1-17; Mzm. 77; Ibr. 11:23-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.