Tuhan Melindungi Hambanya

Yeremia 29:24-32

Belum ada komentar 134 Views

“… Aku akan menghukum Semaya … tidak ada seorang pun dari keluarganya akan diam di tengah-tengah bangsa ini untuk melihat yang baik ….” (Yer. 29:32)

Perseteruan Yeremia, nabi Allah di Yehuda, dengan Semaya masih berlanjut. Awalnya, Semaya menghasut umat Israel yang berada di pembuangan Babel dengan menyebarkan berita dusta. Ia mengatakan bahwa Yeremia berkata salah perihal masa pembuangan umat masih lama; Yeremia salah karena mengatakan: umat mendirikan rumah dan membuat kebun untuk kehidupan di Babel. Padahal, Tuhan tidak mengutus Semaya.

Firman Tuhan melalui Yeremia menyatakan bahwa Tuhan akan menghukum Semaya dan keturunannya. Semaya akan ditiadakan oleh Tuhan dari sejarah umat Allah. Hukuman itu Tuhan berikan karena Semaya memberitakan dusta dan melakukan ujaran kebencian terhadap nabi Allah, Yeremia. Bagaimanapun, Tuhan melindungi hamba dan utusan-Nya.

Berefleksi tentang Yeremia, nabi Tuhan di kancah jatuhnya negeri Yehuda akibat kebobrokan pemimpin negeri dan tokoh agama. Yeremia ditekan dan dipenjara. Ia dibenci karena pemberitaan dan dimusuhi karena kiprahnya. Namun, Allah melindungi dan membela Yeremia. Ia disumpahi, tetapi yang menyumpahi yang mendapat celaka. Ia dipenjara, tetapi kemudian nubuatnya terbukti. Ia mati dirajam, tetapi Tuhan membuat namanya dikenang sebagai nabi yang memberitakan hanya kebenaran. Pengorbanannya menjadi mulia. Hamba Tuhan di gereja juga sering dimusuhi karena pemberitaan, keputusan, dan sikapnya. Ia dibenci. Dalam beberapa kasus, ia juga dihina. Firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan melindungi orang yang diutus-Nya. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Tuhan, lindungi hamba-Mu dari orang-orang yang berniat jahat. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 102:2-18; Yer. 29:24-32; Ef. 6:10-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...