Tidak Dibiarkan Patah Dan Padam

Yesaya 42:1-9

1 Komentar 846 Views

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. (Yes. 42:3)

Buluh bukanlah sesuatu yang begitu istimewa. Ia hanya alang-alang kering yang tumbuh liar di banyak tempat. Kita dapat menemukannya dengan mudah. Oleh karena itu, ketika ada buluh yang patah, ia akan segera dibuang karena sudah tidak ada gunanya lagi. Ia sudah menjadi sampah. Begitu juga dengan sumbu yang nyalanya sudah pudar. Ia akan langsung dibuang sebab tidak ada gunanya lagi.

Uniknya, kedua benda yang sudah tidak berguna ini digunakan Yesaya untuk menggambarkan karya dari Mesias yang ia nubuatkan. Buluh yang patah tidak akan diputuskan, demikian juga sumbu yang sudah pudar nyalanya tidak akan dipadamkan. Kedua benda yang sudah dianggap sampah oleh banyak orang justru diperhatikan dan bahkan tetap diberi kesempatan hidup oleh Sang Mesias. Mereka tetap berharga di mata-Nya; mereka tidak diluputkan dari karya keselamatan Sang Mesias.

Nubuat nabi Yesaya menjadi pengharapan bagi setiap umat yang percaya Yesus Kristus sebagai Mesias. Keselamatan yang dinyatakan Yesus Kristus tidak hanya untuk orang-orang yang dianggap baik, hidup dalam kesalehan, kebenaran, dan kesempurnaan. Orang-orang yang diremehkan, dianggap tidak memiliki masa depan, bahkan dianggap “sampah masyarakat” pun tetap Ia perhatikan dan selamatkan. Tidak usah takut bagaimana orang lain menilai hidup kita. Di hadapan-Nya, kita tidak dibiarkan patah dan padam. [Pdt. Hizkia Anugrah Gunawan]

DOA:
Ampunilah kami, ya Allah, yang terkadang meremehkan orang-orang yang dianggap tidak baik. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 42:1-9; Mzm. 36:6-12; Ibr. 9:11-15; Yoh. 12:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Adrian FR

    Sangat membantu dalam memahami konteks bacaan yang dikaitkan dengan kontek kehidupan / pergumulan yang kita hadapi

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...
  • Dari Kehampaan Menuju Kelimpahan
    Yohanes 10:1-10
    Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah. (Yohanes...
  • Dicari Karena Berharga
    Lukas 15:1-7
    Setelah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. (Lukas 15:5) “Tidak peduli seberapa jauh engkau melangkah menjauh, kasih...
  • Allah Yang Melihat dan Bertindak
    Keluaran 3:16-22
    Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir…, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu...