Tiada Dusta Di Antara Kita

Yeremia 20:14-18

Belum ada komentar 46 Views

Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku! (Yer. 20:14)

Banyak muda-mudi yang akan membentuk rumah tangga berpikir bahwa cinta yang romantis adalah modal utama dalam kehidupan rumah tangga. Selama ada cinta, maka selama itu pula rumah tangga mereka akan bertahan.

Namun, ketika kita bertanya pada pasangan suami-istri yang telah menjalani rumah tangga selama puluhan tahun, mayoritas dari mereka mungkin tidak akan menyebut cinta semacam itu sebagai landasan utama kelanggengan rumah tangga, melainkan komunikasi yang tulus. Di awal pernikahan, mereka membutuhkan cinta yang romantis. Namun, seiring dengan berlalunya waktu maka cinta mereka telah bertransformasi menjadi cinta di antara dua sahabat sejati; mereka bisa saling berbagi, saling mendukung satu dengan yang lain. Keduanya bisa saling terbuka dan dengan bebas menyatakan berbagai persoalan kepada pasangannya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tiada dusta di antara mereka.

Itulah yang terjadi antara Yeremia dan Tuhan: hubungan yang sangat tulus dan terbuka. Ketika Yeremia putus asa karena terjepit di antara Tuhan yang menyuruhnya menasihati dan menegur bangsa Israel, dan bangsa Israel yang tegar tengkuk serta tidak mau mendengarkan perkataannya, maka Yeremia datang kepada Tuhan dengan segala keluh kesahnya. Tuhan mendengarkan segala hal yang disampaikan Yeremia, juga keluhan-keluhannya. Demikian juga kita, Tuhan berkenan mendengarkan kita dan segala keluhan kita. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Yesus adalah sahabat kita yang sejati. Sahabat yang bersedia mendengarkan apa pun yang kita sampaikan, juga keluh kesah kita.

Ayat Pendukung: Mzm. 62:6-13; Yer. 20:14-18; Luk. 10:13-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tuhan Tidak Peduli?
    Markus 4:35-41
    Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” (Mrk. 4:38) Orang yang tidak...
  • Saat Badai Reda
    Mazmur 107:1-3, 23-32
    Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31) Pernah bepergian...
  • BERSERAH
    Kisah Para Rasul 21:1-16
    Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” (Kis. 21:14) Orang yang teguh...
  • Kata Yang Menguatkan
    Kisah Para Rasul 20:1-16
    Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. (Kis. 20:2) My mama said, “Life...
  • Sungguh-sungguh
    Yeremia 22:1-9
    “Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan...