Sulit, Tetapi Tetap Dilakukan

Kisah Para Rasul 9:10-19a

1 Komentar 247 Views

“Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.” (Kis. 9:13)

Mungkin sebagian kita pernah mengalami saat, ketika ada orang yang menyakiti diri kita sedemikian rupa sehingga kita sulit sekali mengampuninya. Dalam nalar, kita tahu bahwa kita harus mengampuni, tetapi hati kita berbicara lain. Sakitnya tuh di sini, menghunjam dalam sekali, tak tertahankan. Karena itu, tiada ampun.

Itu pula peristiwa yang dialami Ananias. Firman Tuhan datang kepadanya, memintanya mendoakan Saulus yang matanya buta setelah Tuhan menampakkan diri kepadanya di luar kota Damsyik. Masalahnya adalah Saulus dikenal sebagai seorang yang senang mengejar dan menangkapi orang-orang Kristen. Reputasi Saulus sebagai penganiaya kejam orang-orang Kristen, tidak tertandingi oleh siapa pun juga di zaman itu.

Namun, Tuhan tetap meminta Ananias mendoakan Saulus. Mengejutkan. Teks kita mengatakan, “Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus” (Kis. 9:17). Meskipun terasa berat, tetapi Ananias melakukan apa yang Tuhan minta. Ia bahkan memanggil Saulus, musuh yang kejam, dengan sebutan “saudaraku.” Seandainya Ananias tidak bersedia mendoakan Saulus, maka mungkin tidak pernah ada rasul Paulus, dan Injil tidak pernah diberitakan sampai ke daratan Eropa. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja]

REFLEKSI:
Pengampunan yang kita berikan kepada orang yang telah melukai kita, bisa jadi merupakan jalan masuk bagi Tuhan untuk memakai orang itu.

Ayat Pendukung: Mzm. 29; 1Sam. 3:1-21; Kis. 9:10-19a
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

1 Comment

  1. Maria Deci

    Hal mengampuni memang sulit sekali utk kita lakukan, apalagi ketika berjumpa dengan orang yang telah berbuat jahat terhadap kita. Senyum pun pasti sulit kita berikan. Tetapi kalo kita mengingat kembali tentang perbuatan Tuhan kepada kita. Ditambah lg firman² Tuhan yg sering kita dengar dlm seriap ibadah. Apakah respon hati kita sebagai orang percaya tentang hal pengampunan…??? Dan disinilah yg akan mengajari kita untuk kita benar² merasakan kasih Tuhan, dan kita juga benar² harus menjadi pelaku firman Tuhan….maka hal pengampun akan terjadi sedikit demi sedikit akhirnya bertambah banyak rasa pengampunan kita kepada orang yg telah berbuat jahat terhadap kita….Tuhan memberkati dengan Firmanya….SYALOM.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menceritakan Tuhan
    Mazmur 78:1-4, 12-16
    Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4) Topik apa...
  • YANG TERBESAR
    Matius 18:1-5
    Oleh sebab itu, siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan...
  • Syukuri Masa Kini
    Bilangan 11:1-9
    Suatu ketika bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang kemalangan mereka. Mendengar itu menyalalah murka TUHAN. Lalu api TUHAN...
  • Mencintai Taurat
    Mazmur 119:97-104
    Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (Mazmur 119:97) Di jalanan, banyak orang tidak peduli pada aturan atau tata...
  • Iri Hati
    Matius 20:1-16
    “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15) Iri...