Suci dan tak bercacat menyambut kedatangan Kristus

Filipi 1:3-11

Belum ada komentar 128 Views

‘Suci dan tak bercacat’…wow…mau dong! Bagaimana caranya? Ah, gampang…mestinya tinggal ikuti semua aturan, jangan melanggar hukum, bereslah. Bukankah pelanggaran hukum dan aturan yang membuat kita berdosa?

Saudara, kalimat di atas adalah sepenggal ucapan yang mungkin muncul dalam rangka merespon tema kita minggu ini. Tetapi benarkah dengan mengikuti semua aturan dan hukum lalu membuat kita ‘suci dan tak bercacat’? Mari kita melihat apa yang Paulus ungkapkan dalam Filipi 1:9-10:

“….semoga KASIHmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu SUCI DAN TAK BERCACAT menjelang hari Kristus,”

Saudara, dari apa yang diungkapkan rasul Paulus, kita disadarkan, bahwa mengikuti hukum dan aturan saja TIDAK CUKUP! Harus ada hati yang MELIMPAH DENGAN KASIH! Tanpa kasih bisa saja kita mengikuti semua aturan dan hukum tetapi kita menjadi orang yang egois karena hanya hidup untuk diri sendiri. Dan keegoisan semacam itu bagi Allah adalah CACAT!

Tentu mengikuti hukum dan aturan penting, tetapi jangan sampai kita kehilangan kasih. Bagaimanapun yang pertama-tama Allah perhitungkan adalah kasih. Mari kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan dengan terus menjadi pribadi yang penuh kasih. Mari kita isi Adven dan Natal tahun ini dengan berbagi kasih, khususnya dengan para pengungsi di Sinabung.

Semoga kasih kita makin melimpah dan dalam kasih kita terus bersiap menyambut kedatangan-Nya. Tuhan memberkati dan mengasihi kita semua!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan