Setia Dalam Penderitaan

Wahyu 11:15-19

Belum ada komentar 43 Views

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatan tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu …. (Why. 11:19)

Pada masa awal gereja berdiri, ia selalu diperhadapkan dengan penganiayaan dan penderitaan. Demikian juga jemaat-jemaat di mana surat Wahyu Yohanes ditujukan. Mereka menderita oleh karena memilih beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Wahyu Yohanes memberi kekuatan dan pengharapan pada umat untuk tidak takut mengalami penderitaan, sebab pada akhirnya Yesuslah yang akan memberi kemenangan.

Ada kemenangan sehingga kerajaan-kerajaan dunia menjadi kerajaan-kerajaan milik Allah dan milik Dia yang diurapi. Kemenangan ini mengacu pada masa di mana Allah memegang kekuasaan yang besar (Why. 11:7). Meski kemudian terjadi perlawanan kembali dari musuh-musuh Allah, pada akhirnya semua kuasa yang melawan Allah itu akan dikalahkan dan mengalami penghukuman terakhir (Why. 11:18). Dalam pesta kemenangan itu “terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatan tabut perjanjian-Nya” (Why. 11:19). Tabut Perjanjian ada di Ruang Mahakudus, ruang yang tidak boleh dilihat oleh orang-orang biasa, bahkan Imam Besar pun hanya boleh masuk pada Hari Penebusan. Ini berarti bahwa sekarang kemuliaan Allah akan disingkapkan secara penuh!

Benar, musuh dan penderitaan tidak usah kita cari. Namun, andai kata pun tidak terelakkan lagi bahwa kita harus menderita karena iman kita, maka ingatlah Kitab Wahyu: pada akhirnya Kristuslah yang menang atas kuasa-kuasa jahat itu. Taat dan setialah! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Ketika pada ujungnya kita tahu bahwa Kristuslah yang berkuasa di atas segala kuasa, maka menderita karena nama-Nya, siapa takut?

Ayat Pendukung: Mzm. 130; Yeh. 33:10-16; Why. 11:15-19
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu. (Mzm.119:47) Lagu lama dari Titiek Puspa ini tak asing bagi kebanyakan...
  • Bukan Iman Yang Kosong
    Yakobus 2:14-26
    Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yak. 2:20) Bob...
  • Kasih Itu Tidak Cari Muka
    Yakobus 2:8-13
    Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yak....
  • Kasih Menerangi Segala Hukum
    Matius 22:34-46
    “Pada kedua hukum inilah bergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 22:40) Hukum adalah perangkat yang mengikat...
  • Bukan Perkataan Hampa
    Ulangan 32:44-47
    “Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah,...
Kegiatan