Roh Kudus yang Menghidupkan

Roh Kudus yang Menghidupkan

Belum ada komentar 519 Views

Para murid mengalami ketakutan dan ketidak pastian, sebab Yesus, guru dan tokoh yang mereka andalkan telah disalibkan dengan cara yang mengenaskan. Bukan hanya itu, ancaman orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Yesus, ditambah pasukan Romawi yang menganggap mereka sebagai pemberontak telah menyempurnakan ketakutan mereka. Karena itu lah, mereka hidup dalam ruangan tertutup dan terkunci, sebagai tempat yang mereka anggap paling aman. “Damai sejahtera bagi kamu!” adalah sapaaan dari Yesus yang ingin menghibur para murid yang dicekam ketakutan dan sekaligus menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan mereka. Sapaan ini menghidupkan kembali semangat dan harapan mereka bahwa Yesus hadir di tengah mereka dan mengerti pergumulan hidup mereka.

Kemudian Yesus mengembusi para murid dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Roh Kudus yang dulu dijanjikan (Yoh. 14:16) kini sungguh hadir diantara para murid untuk membangkitkan semangat dan pengharapan yang hampir mati. Peristiwa ini mengingatkan akan kisah penciptaan di mana Allah menghembuskan nafas kehidupan (Kej. 2:7). Juga seperti peristiwa yang disaksikan oleh Yehezkiel 37, ketika Tuhan Allah memanggil nafas kehidupan untuk menghidupkan tulang-tulang yang berserakan.

Kehidupan para murid seumpama pelita yang hampir padam kini menyala kembali, seperti buluh yang terkulai kini tegak kembali. Kedatangan dan penyertaan Roh Kudus dalam hidup mereka seperti membawa kehidupan baru dari kematian. Bila Roh Kudus hadir dalam kehidupan orang percaya, maka mereka akan disadarkan kembali akan tugas panggilannya. Roh Kudus sendiri lah yang telah membuat para murid Yesus berani menghadapi tantangan dan melawan ketakutan. Dengan penyertaan Roh Kudus, mereka tidak akan bersembunyi lagi, melainkan dengan penuh keyakinan diri mewujudkan pengutusan Kristus dalam hidup mereka masing-masing.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...