Rendah Hati Untuk Mengenal Allah

Yohanes 7:25-36

Belum ada komentar 101 Views

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. (Yoh. 7:29)

Dalam banyak tradisi agama, kerendahan hati dianggap sebagai sikap yang penting dalam kehidupan spiritual. Dengan kerendahan hati, seseorang dapat bersikap terbuka pada inspirasi rohani yang diberikan Allah baginya. Itulah sebabnya pertemuan untuk bersekutu dengan saudara seiman disebut dengan “ibadah” yang berasal dari akar kata “mengabdi”. Begitu juga dengan kata “kebaktian” yang berasal dari kata “bakti” yang menunjukkan kesediaan merendahkan hati.

Beberapa orang Yerusalem merasa mengenal Yesus, tetapi sebenarnya mereka tidak mengenal Yesus dengan utuh. Mereka tidak percaya pada kuasa surgawi yang Yesus miliki. Meskipun demikian, ada dari antara mereka yang mulai percaya. Namun sungguh menyedihkan, para penguasa Yahudi saat itu menolak Yesus. Demikianlah tipe-tipe orang dalam menerima Kristus. Selagi masih bersikap tinggi hati dan merasa paling benar, sulit bagi seseorang untuk memiliki iman yang mengubahkan hidup.

Kerendahan hati adalah salah satu kunci untuk mengalami kedekatan spiritual dengan Allah. Melalui kerendahan hati kita bersedia membuka diri bagi pengalaman rohani yang lebih dalam dan mendalam. Kita akan menemukan ragam tipe orang dalam mengenal Yesus karena pengenalan setiap orang memang berbeda-beda berangkat dari sikap hati masing-masing. Namun, ingatlah bahwa pilihan kita semestinya bukan bersikap tinggi hati karena hal itu hanya akan membuat pengenalan kita tentang Kristus menjadi dangkal. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah aku bersedia rendah hati untuk mengenal kuasa surgawi dari Allah di dalam karya Kristus bagi hidupku?

Ayat Pendukung: Ams. 29:1-27; Mzm. 73:21-28; Yoh. 7:25-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...
  • KEMUNAFIKAN
    Matius 23:29-36
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai Kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah...
  • Menghalau Kegelapan
    Keluaran 10:21-29
    Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan gelap gulita meliputi seluruh tanah Mesir selama tiga hari. (Keluaran 10:22) Mati...
  • BERSUKACITALAH!
    Mazmur 149
    Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang saleh. (Mazmur 149:1) Kita adalah manusia yang hidup...