Rasa Cukup

Lukas 3:7-18

Belum ada komentar 147 Views

Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” (Luk. 3:14)

“Bumi ini dapat mencukupkan kebutuhan manusia, tetapi tidak dapat memuaskan keserakahan manusia.” Ungkapan terkenal ini datang dari Mahatma Gandhi. Menurut saya, bumi ini sejak semula tidak pernah diperuntukkan hanya untuk manusia. Karena itu, manusia harus belajar mengenal dan menghayati apa itu rasa cukup dalam kehidupan sehari-hari.

Merasa cukup mungkin tidak terlampau sulit kita lakukan ketika dalam kondisi yang terbatas, apalagi dalam kondisi kekurangan. Tetapi, bagaimana jika dalam kondisi berkelimpahan? Ada ungkapan yang biasa diucapkan kebanyakan orang: “Jika posisimu sedang di atas, lihat ke bawah, dong!” Seolah-olah manusia baru bisa mengerti arti rasa rasa cukup ketika dalam kondisi keterbatasan. Namun, apakah kita baru akan mengerti rasa cukup, ketika dalam kondisi yang terbatas? Misalnya, terbatas untuk membeli macam-macam barang, atau menikmati macam-macam makanan dan minuman? Penulis Injil Lukas mengingatkan kita agar mawas terhadap kecenderungan nafsu keserakahan yang ada dalam diri. Setiap orang diperingatkan agar mencukupkan diri dengan rezeki yang diberikan Tuhan, tidak merampas dan memeras orang lain (ay. 14b).

Manusia akan mampu mengerti rasa cukup dan merasa cukup jika melatih diri. Latihan ini dilakukan sedari kecil, misalnya melatih diri mengendalikan nafsu memiliki barang-barang yang tidak dibutuhkan. [Pdt. Santy Manurung]

DOA:
Tuhan, ajar kami agar tidak merampas hak orang lain dan mengerti rasa cukup. Amin.

Ayat Pendukung: Zef. 3:14-20; Yes. 12:2-6; Flp. 4:4-7; Luk. 3:7-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa
    Matius 13:24-30, 36-43
    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a) Di sebuah kota, hidup...
  • Jujur Dan Berintegritas
    Matius 7:15-20
    Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Matius 7:20) Pak Budi, seorang pengusaha kecil, duduk di meja kerjanya. Pikirannya...
  • Berbenah Bersama Allah
    Yehezkiel 39:21-29
    “Aku tidak akan lagi menyembunyikan wajah-Ku dari mereka, karena Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman...
  • Allah Mengenalku
    Mazmur 139:1-12, 23-24
    Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku; (Mazmur 139:23) Maya duduk hening di bangku...
  • Bahagia Karena Menemukan Makna
    Matius 13:10-17
    Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16) Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam...