Iman Yang Rendah Hati

Matius 15:10-20, 21-28

Belum ada komentar 98 Views

Kata perempuan itu, “Benar Tuhan. Namun, anjing itu juga makan remah-remahyang jatuh dari meja tuannya” (Matius 15:27)

Nancy Snow, seorang profesor komunikasi dari Amerika Serikat, memaknai sikap rendah hati sebagai kesadaran diri untuk mengakui dan menerima keterbatasan, kelemahan, serta kekurangan diri. Sikap ini juga menolong seseorang membatasi keinginan berlebihan untuk merasa diri lebih baik daripada orang lain.

Dalam kehidupan iman, disadari atau tidak, kita sering merasa lebih baik daripada penganut agama lain. Di dalam Kristus, kita meyakini memiliki hak istimewa atas kasih karunia Allah, baik di bumi maupun di surga kelak. Sampai di titik ini, tidak ada yang keliru. Namun, sikap tersebut menjadi berlebihan apabila kita mulai memandang sebelah mata mereka yang berbeda iman. Jika demikian, apa bedanya kita dengan orang-orang Yahudi yang merasa diri lebih unggul dari orang lain? Kisah perempuan Kanaan yang memohon belas kasihan kepada Yesus agar menyembuhkan anaknya yang kerasukan setan seolah menampar siapa saja yang memiliki sikap tinggi hati. Perempuan ini adalah orang asing bagi kelompok Yahudi. Kehadirannya dipandang sebagai gangguan oleh para murid. Bahkan, Yesus berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak- anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Seandainya Saudara berada di posisi perempuan itu, masihkah Saudara berharap? Perempuan ini bergeming dengan keyakinannya bahwa Yesus pasti mengasihinya. la tidak tersinggung, tidak mundur, melainkan tetap berharap. Inilah iman yang rendah hati. [Pdt. Nanang]

DOA:
Ya Tuhan, kami sadar bahwa sikap rendah hati itu sulit terbentuk, oleh karenanya kami memohon kepada-Mu, ubahlah hati kami agar lembut dan rendah hati. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 56:1, 6-8; Mzm. 67; Rm. 11:1-2, 29-32; Mat. 15: (10-20), 21-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memberitakan Kebesaran Allah
    Ulangan 32:1-14, 18
    Sebab, nama TUHAN akan kuserukan; beritakanlah kebesaran Allah kita! (Ulangan 32:3) Di dunia maya seperti yang kita alami saat...
  • Menjalani Yang Fana Sepenuh Makna
    Mazmur 90:1-6, 13-17
    Engkau menghanyutkan manusia dalam tidurnya, di pagi hari mereka seperti rumput yang akan binasa, di waktu pagi bersemi dan...
  • Mengalah Untuk Menang
    Matius 17:22-27
    “Tetapi supaya kita tidak membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau….” (Matius 17:27a) Dalam relasi antarmanusia, kadang dapat terjadi...
  • Iri Hati Pangkal Celaka
    Bilangan 12:1-9
    “Tidak demikian dengan hamba-Ku Musa, … Berhadapan muka Aku berbicara dengan dia, secara langsung, … dan ia memandang rupa...
  • Merindukan ALLAH
    Mazmur 63:1-8
    Ya Allah, Engkaulah AHahku, pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau, seperti tanah yang kering...