Pikiran Dan Iman

Mazmur 94

Belum ada komentar 81 Views

Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku. (Mzm. 94:18)

Akal budi untuk menerapkan pemikiran yang logis adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri. Dengan akal budi, kita mampu merancang strategi, mempertanyakan masalah secara kritis, menimbang keuntungan dan kerugian, menggali informasi dan menciptakan inovasi-inovasi berupa alat-alat teknologi yang menolong karya hidup. Tetapi, akal budi pun memiliki kelemahan juga. Sebab, adakalanya, orang yang hanya menggunakan akal budinya semata dapat menjadi begitu tertekan ketika menjumpai permasalahan hidup yang tidak sesuai dengan idealisme atau teori yang dipikirkan dan dipegangnya erat-erat.

Dalam pergumulan hidupnya, pemazmur akhirnya sadar bahwa ia tidak dapat menggunakan akal pikirannya saja. Bukan berarti akal budi tidak berguna. Tetapi, tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan kehebatan pemikiran belaka. Pemazmur percaya bahwa pada akhirnya, Tuhan akan bertindak dan menyatakan kebaikan-Nya. Nyaris memang ia putus asa. Untung saja imannya telah menyelamatkan dan membangkitkan pengharapannya kembali.

Pada waktu mencari solusi bagi masalah hidup, kita harus melengkapi upaya berpikir kita dengan tindakan iman. Sebab tanpa iman, kita mudah berpikiran negatif, putus asa dan cepat menyimpulkan keadaan. Tetapi dengan iman, pikiran dan hati kita menjadi terbuka untuk menyadari bahwa pertolongan Tuhan tidaklah jauh dan akan dinyatakan pada saat-Nya. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apakah sewaktu mencari solusi bagi masalah hidup, iman kita pun hidup dan bertumbuh?

Ayat Pendukung: Mzm. 94; Rut 1:1-22; 1Tim. 5:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ceritakan Siapa Allah
    Mazmur 78:1-7
    … tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian, karya-karya TUHAN yang masyhur dan kekuatan-Nya, perbuatan-perbuatan ajaib yang telah...
  • Hati Yang Menyembah
    Matius 15:1-9
    “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.” (Matius 15:8) Ada sebuah perumpamaan yang berbunyi, “Gajah...
  • Ketaatan Mendatangkan Kemenangan
    Yosua 6:1-16,20
    Lalu pada kali yang ketujuh, ketika para imam meniup sangkakala, Yosua memerintahkan bangsa itu, “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan...
  • Berkat atas Keluarga
    Mazmur 128
    Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:4) Sering kali penulis bertanya kepada anak-anak muda yang...
  • JANGAN GILA HORMAT
    Matius 23:1-12
    Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa saja yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Matius 23:12)...