Pesan Pengharapan

Mikha 4:1-5

Belum ada komentar 75 Views

Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana …. (Mi. 4:1)

Nasrudin dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan telah menghina sang raja. Ia memohon pengampunan dan meminta kesempatan satu tahun untuk mengajar kuda sang raja bernyanyi. Raja pun setuju. Nasrudin akan dibebaskan jika bisa melakukannya, dan sebaliknya. Hari berikutnya, teman- teman Nasrudin mengunjunginya di penjara dan mendapatinya tampak bahagia. “Bagaimana kamu bisa begitu bahagia?” tanya mereka heran. “Apakah kamu berpikir bahwa kamu betul-betul dapat mengajari kuda raja bernyanyi?” “Tentu saja tidak,” jawab Nasrudin, “namun sekarang aku punya kesempatan satu tahun dan banyak hal bisa terjadi dalam setahun. Mungkin saja Raja membebaskanku. Mungkin ia akan mati dalam peperangan atau penyakit. Mungkin kudanya akan mati. Atau mungkin juga kuda itu betul-betul bisa bernyanyi.”

Hidup memang penuh dengan kemungkinan. Pikiran tentang berbagai kemungkinan akan apa yang terjadi bisa mencemaskan kita, namun sekaligus memberi kita harapan. Mikha menubuatkan masa depan kehidupan umat yang penuh damai. Setiap bangsa datang menyembah Tuhan. Namun, situasi yang indah ini belum terjadi pada masa Mikha. Malahan yang terjadi sebaliknya. Bangsa-bangsa saling berperang dan Yerusalem dibinasakan. Di tengah situasi seburuk itu, Mikha memberitakan pesan pengharapan agar umat mampu bertahan. Tanpa pengharapan hidup menjadi terlalu berat untuk ditanggung. [Ibu Yessy Sutama]

REFLEKSI:
Begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi dalam hidup. Karena itulah, kita mempunyai pengharapan.

Ayat Pendukung: Mzm. 79; Mi. 4:1-5; Why. 15:1-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • LIHATLAH KARYA ALLAH!
    Ayub 39:1–30
    Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan? (Ayb. 39:3)...
  • Menjalani Hidup Dengan Hikmat Allah
    Ayub 37:1-24
    “… setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.” (Ayb. 37:24b) Ada begitu banyak peristiwa di dunia ini...
  • Memuji Allah Dengan Memelihara Ciptaannya
    Mazmur 104:1-9, 24, 35b
    Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm. 104:24) Di dalam ilmu teologi,...
  • Mendengarkan Dan Menghidupi Firman
    Lukas 16:19-31
    “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” (Luk. 16:29) Daya...
  • Manfaat Hikmat
    Ayub 28:12-29:10
    “… tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayb....