Perjumpaan yang Menjadikan Hidup Utuh

Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40

Belum ada komentar 252 Views

Simeon dan Hanna benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Mereka berdua siap dan sedang berdiri ketika Yesus dibawa masuk ke Bait Allah. Simeon menyambut Bayi Yesus dan menatang-Nya sambil memuji Allah: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sesuai dengan firman-Mu”. Hanna, yang pada waktu itu juga sedang berada di Bait Allah “mengucap syukur kepada Tuhan dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan Yerusalem”.

Simeon dan Hanna “mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik”. Atas bimbingan Roh Kudus, mereka berdua diberikan kemampuan untuk mengenali Mesias. Perjumpaan ini lah yang telah menjadikan hidup Simeon dan Hanna menjadi utuh seperti yang diharapkannya.

Menarik untuk diperhatikan bahwa Simeon dan Hanna berpegang erat pada pengharapan bukan sekedar optimisme, yang menginginkan bahwa semua hal dalam hidup ini akan menjadi baik, misalnya masalah ekonomi, politik, hubungan antar pribadi dll. Melalui pengharapannya, Simeon yakin bahwa Tuhan akan melaksanakan janji-Nya kepada kita dan dengan demikian membawa kita kepada kemerdekaan yang sejati.

Seorang optimis berbicara mengenai hal-hal yang konkret di masa depan. Seorang yang berharap menghayati hidup kini dan di sini, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini berada di tangan Tuhan.

Simeon seperti juga pada diri Abraham, Musa, Ruth, semua hidup dengan pengharapan besar dalam diri mereka. Harapan itu menuntun mereka menuju masa depan. Mereka tidak merasa perlu tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Marilah kita hidup berdasarkan harapan.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...