Percaya pada Hikmat Tuhan, bukan pada Perasaan Anda

Belum ada komentar 105 Views

Bacaan Hari ini:

Amsal 3: 5-7 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;”

Pernahkah Anda merasa ada sesuatu yang sangat, sangat benar, tapi kemudian ketika Anda sadar, itu ternyata sangat, sangat salah?

Perasaan bisa berbohong. Itu membohongi Anda sepanjang waktu!

Ada sebuah lagu lama yang berbunyi, “Bagaimana ini bisa salah kalau kelihatannya begitu benar?”

Apakah Anda bercanda?

Ada banyak hal salah yang terasa begitu benar.

Misalnya, setelah enam bulan menjalin suatu hubungan, Anda bertanya-tanya, “Kok bisa? Apa yang saya pikirkan?”

Baru beberapa minggu Anda bekerja, Anda berpikir, “Bagaimana bisa saya terjebak di tempat ini?”

Suatu keputusan cepat yang tampaknya tidak berbahaya bisa membuat Anda terluka dan ketakutan bertahun-tahun kemudian.

Jika Anda ingin lebih sedikit jalan buntu dan kegagalan dalam hidup Anda, maka Anda perlu mendengar apa yang dikatakan Amsal 3: 5-7: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;”

Jika Anda benar-benar ingin berkat Tuhan dalam hidup Anda, maka Anda harus bergantung pada hikmat Tuhan dan bukan pada apa yang dikatakan oleh perasaan Anda atau apa yang dikatakan oleh insting Anda.

Lalu, bagaimana Anda mendapatkan hikmat Tuhan?

Berdoalah. Berbicaralah kepada Tuhan, dan biarkan Dia berbicara kepada Anda melalui Alkitab. Itulah cara Anda mendapatkan hikmat Tuhan.

Alkitab berkata dalam Yakobus 1: 5, “Tapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”

Tuhan tidak ingin Anda membuat kesalahan bodoh. Dia tidak ingin Anda berada di jalan buntu atau mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidup. Tuhan ingin Anda berhasil. Dia ingin Anda membuat keputusan yang bijak dengan waktu dan uang Anda serta hubungan Anda.

Bukan Anda yang menunggu Dia. Dia yang sedang menunggu Anda!

Tuhan berkata, “Hei! Aku ada di sini. Aku akan memberimu hikmat, dan Aku akan memberikannya dengan murah hati. Aku tidak akan membencimu. Aku ingin membuatmu bijak. Kau hanya perlu memintanya.”

Jika Anda ingin diberkati, Anda harus mendapatkan hikmat dari Tuhan. Dan jika Anda menginginkan hikmat Tuhan, Anda harus memahami Firman Tuhan.

Renungkan hal ini:

  • Pikirkan satu waktu dalam hidup Anda ketika Anda bergantung pada perasaan Anda untuk membuat satu keputusan besar. Bagaimana hasilnya?
  • Bagaimana Tuhan berbicara kepada Anda? Bagaimana Anda tahu Dia sedang berbicara kepada Anda?
  • Mengapa penting untuk menghabiskan waktu bersama Tuhan setiap hari jika Anda ingin mengetahui rancangan-Nya untuk hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :

Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14

Percayalah pada Tuhan, dan bukan pada pemahaman Anda sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Hati Yang Bersukacita
    Roma 8:26-27
    Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri...
  • Bersukacita Dalam Pemeliharaan Tuhan
    Yoel 2:18-29
    Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga TUHAN telah melakukan perkara yang besar! (Yl. 2:21) Ketika kami...
  • Terimalah Roh Kudus
    Yohanes 20:19-23
    Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.” (Yoh. 20:22) Hari ini adalah hari Pentakosta....
  • Berbahagialah
    Matius 5:1-12
    Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah ….” (Mat. 5:2-3) Bagaimana caranya untuk menjadi bahagia? Apakah...
  • ABBA
    Roma 8:14-17
    Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Rm. 8:15) Sebuah lagu oleh Robert dan Lea Sutanto berlirik:...
Kegiatan