Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Matius 4:12-23

Belum ada komentar 833 Views

Tidak jarang, dalam perkembangan sebuah bahasa, terjadi penyempitan, bahkan pemiskinan makna dari sebuah kata atau ungkapan. Misalnya saja kata “gotong-royong”. Pada awalnya ia berarti sebuah peristiwa penting, ketika seseorang hendak melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukannya sendiri, misalnya pindah rumah. Di desa, pindah rumah kerap kali berarti seluruh rumah beserta isinya, pindah tempat. Untuk itu segenap penduduk desa bekerja sama, rumah itu digotong di atas bahu dan dipindahkan, hingga rumah itu berdiri di lokasi yang baru beserta segala isinya. Dan sesudah itu segenap desa makan dan minum ala kadarnya, merayakan kebersamaan mereka. Kini, kata “gotong-royong” hanyalah berarti bekerjasama. Sempit dan miskin.

Begitu pula nasib ungkapan “mengabarkan Injil” dalam jargon kekristenan. Banyak orang percaya mengartikannya secara sempit dan miskin, sebagai kegiatan mengabarkan iman Kristen kepada orang yang tidak/belum percaya, agar mereka pada akhirnya rela dibaptiskan. Kegiatan yang kita warisi dari para pendahulu kita dari Barat beberapa abad lalu, yang memang mengawali perkembangan gereja-gereja kita. Padahal membaca banyak teks tentang Yesus dan murid-murid yang mengabarkan Injil, –termasuk teks kita hari ini,– konotasinya jauh lebih kaya dan luas.

Dalam Mat. 4:23 tertulis: “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Jelas kiranya di sini, betapa luasnya sekaligus utuhnya, pengertian “mengabarkan injil”. Kata “injil” sendiri, (Yunani: euanggelion), berarti “kabar baik”. Kabar baik dari Allah bagi segenap ciptaan tentang karya penyelamatan-Nya dalam Kristus. Maka “pekabaran Injil” (evangelisasi) adalah upaya untuk mempersaksikan Kristus dan karya-Nya, dalam perspektif Kerajaan Allah, bagi segenap ciptaan, dalam segala bentuk dan cara.

Gereja dan orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan dengan berjalan pada jejak langkah Kristus: mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, dalam realita kehidupan di dunia, di manapun Tuhan menempatkan kita. Karena kita pun telah dipanggil dari “penjala ikan”, yang berkarya bagi kita sendiri, menjadi “penjala manusia” yang berkarya bagi Tuhan dan kerajaan-Nya.
Kita penuhi panggilan Tuhan ini?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...