Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Matius 4:12-23

Belum ada komentar 840 Views

Tidak jarang, dalam perkembangan sebuah bahasa, terjadi penyempitan, bahkan pemiskinan makna dari sebuah kata atau ungkapan. Misalnya saja kata “gotong-royong”. Pada awalnya ia berarti sebuah peristiwa penting, ketika seseorang hendak melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukannya sendiri, misalnya pindah rumah. Di desa, pindah rumah kerap kali berarti seluruh rumah beserta isinya, pindah tempat. Untuk itu segenap penduduk desa bekerja sama, rumah itu digotong di atas bahu dan dipindahkan, hingga rumah itu berdiri di lokasi yang baru beserta segala isinya. Dan sesudah itu segenap desa makan dan minum ala kadarnya, merayakan kebersamaan mereka. Kini, kata “gotong-royong” hanyalah berarti bekerjasama. Sempit dan miskin.

Begitu pula nasib ungkapan “mengabarkan Injil” dalam jargon kekristenan. Banyak orang percaya mengartikannya secara sempit dan miskin, sebagai kegiatan mengabarkan iman Kristen kepada orang yang tidak/belum percaya, agar mereka pada akhirnya rela dibaptiskan. Kegiatan yang kita warisi dari para pendahulu kita dari Barat beberapa abad lalu, yang memang mengawali perkembangan gereja-gereja kita. Padahal membaca banyak teks tentang Yesus dan murid-murid yang mengabarkan Injil, –termasuk teks kita hari ini,– konotasinya jauh lebih kaya dan luas.

Dalam Mat. 4:23 tertulis: “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Jelas kiranya di sini, betapa luasnya sekaligus utuhnya, pengertian “mengabarkan injil”. Kata “injil” sendiri, (Yunani: euanggelion), berarti “kabar baik”. Kabar baik dari Allah bagi segenap ciptaan tentang karya penyelamatan-Nya dalam Kristus. Maka “pekabaran Injil” (evangelisasi) adalah upaya untuk mempersaksikan Kristus dan karya-Nya, dalam perspektif Kerajaan Allah, bagi segenap ciptaan, dalam segala bentuk dan cara.

Gereja dan orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan dengan berjalan pada jejak langkah Kristus: mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, dalam realita kehidupan di dunia, di manapun Tuhan menempatkan kita. Karena kita pun telah dipanggil dari “penjala ikan”, yang berkarya bagi kita sendiri, menjadi “penjala manusia” yang berkarya bagi Tuhan dan kerajaan-Nya.
Kita penuhi panggilan Tuhan ini?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...