Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Matius 4:12-23

Belum ada komentar 844 Views

Tidak jarang, dalam perkembangan sebuah bahasa, terjadi penyempitan, bahkan pemiskinan makna dari sebuah kata atau ungkapan. Misalnya saja kata “gotong-royong”. Pada awalnya ia berarti sebuah peristiwa penting, ketika seseorang hendak melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukannya sendiri, misalnya pindah rumah. Di desa, pindah rumah kerap kali berarti seluruh rumah beserta isinya, pindah tempat. Untuk itu segenap penduduk desa bekerja sama, rumah itu digotong di atas bahu dan dipindahkan, hingga rumah itu berdiri di lokasi yang baru beserta segala isinya. Dan sesudah itu segenap desa makan dan minum ala kadarnya, merayakan kebersamaan mereka. Kini, kata “gotong-royong” hanyalah berarti bekerjasama. Sempit dan miskin.

Begitu pula nasib ungkapan “mengabarkan Injil” dalam jargon kekristenan. Banyak orang percaya mengartikannya secara sempit dan miskin, sebagai kegiatan mengabarkan iman Kristen kepada orang yang tidak/belum percaya, agar mereka pada akhirnya rela dibaptiskan. Kegiatan yang kita warisi dari para pendahulu kita dari Barat beberapa abad lalu, yang memang mengawali perkembangan gereja-gereja kita. Padahal membaca banyak teks tentang Yesus dan murid-murid yang mengabarkan Injil, –termasuk teks kita hari ini,– konotasinya jauh lebih kaya dan luas.

Dalam Mat. 4:23 tertulis: “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Jelas kiranya di sini, betapa luasnya sekaligus utuhnya, pengertian “mengabarkan injil”. Kata “injil” sendiri, (Yunani: euanggelion), berarti “kabar baik”. Kabar baik dari Allah bagi segenap ciptaan tentang karya penyelamatan-Nya dalam Kristus. Maka “pekabaran Injil” (evangelisasi) adalah upaya untuk mempersaksikan Kristus dan karya-Nya, dalam perspektif Kerajaan Allah, bagi segenap ciptaan, dalam segala bentuk dan cara.

Gereja dan orang percaya dipanggil untuk melayani Tuhan dengan berjalan pada jejak langkah Kristus: mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan, dalam realita kehidupan di dunia, di manapun Tuhan menempatkan kita. Karena kita pun telah dipanggil dari “penjala ikan”, yang berkarya bagi kita sendiri, menjadi “penjala manusia” yang berkarya bagi Tuhan dan kerajaan-Nya.
Kita penuhi panggilan Tuhan ini?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....