Penderitaan Manusia Dan Misteri Allah

Ratapan 5:1-22

Belum ada komentar 138 Views

Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali …. (Rat. 5:21)

Kitab Ratapan ini ditutup dengan menanyakan sikap Allah atas kehinaan umat karena penderitaan. Penderitaan yang mereka alami sangat merendahkan martabat kemanusiaan dan keumatan sehingga mereka terhina. Bahkan untuk makan saja, mereka dihadang bahaya maut. Jelas terungkap bahwa penderitaan umat disebabkan oleh dosa bapak-bapak, yakni pendahulu, Israel. Mereka berdosa melawan dan menentang Allah, tetapi mereka tidak ada lagi.

Penulis Kitab Ratapan menyadari keberdosaannya. Ia ingin kembali kepada Allah agar hidupnya dibarui seperti dahulu kala. Ia memohon untuk itu. Namun, Allah sepertinya telah membuangnya. Ia mempertanyakan hal itu kepada Allah, tetapi tiada jawaban Allah.

Hidup tak selamanya sukses. Hidup seorang beriman tidak melulu berisi senyum, sukacita, dan berbagai kemudahan. Bahkan, pertobatan seorang saleh bukanlah jaminan hidup menjadi bahagia. Doa dan permohonan tidak selalu mendapat jawaban. Ada kalanya, seorang beriman dibiarkan Tuhan hidup susah, menderita, dan terkucil dari dunia sesehari. Namun, apakah tidak ada Tuhan sehingga orang benar, orang saleh, atau orang tak bersalah, dibiarkan menderita? Penulis Kitab Ratapan mempertanyakan tentang kemurkaan Allah karena percaya akan keberadaan Allah. Akan tetapi, Allah belum menjawab doa kita. Mungkin Allah masih membiarkan kita menjalani, mengalami, menikmati, dan menghayati penderitaan agar tahu kemanusiaan kita. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Tuhan, kuatkanlah dan topanglah kami menjalani hari-hari kesusahan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 137; Rat. 5:1-22; Mrk. 11:12-14, 20-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...