PEMBERITA KEBENARAN

Yeremia 28:1-17

Belum ada komentar 422 Views

“… nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN.” (Yer. 28:9)

Nabi tidak selalu lancar dalam menjalankan tugas panggilannya. Pemberitaan firman oleh nabi tidak selalu berterima dengan sukacita di hati umat. Tidak sedikit pula nabi berhadapan dengan nabi lain, yang menentangnya melalui umat. Teks Alkitab hari ini adalah tentang Nabi Yeremia berhadapan dengan Nabi Hananya di depan para imam dan umat di rumah Allah.

Kedua nabi yang berseteru itu sama-sama memberitakan tentang nasib bangsa. Nabi Hananya memberitakan bahwa Allah akan menjatuhkan Babel dan melepaskan Yehuda dari belenggu penindasannya. Di sisi lain, nabi Yeremia memberitakan kekalahan Israel. Yeremia bahkan memberitakan bahwa penderitaan Yehuda akan lebih berat lagi. Analogi gandar kayu diganti gandar besi sebagai kuk bangsa Yehuda menggambarkan lebih beratnya penderitaan Yehuda. Bagi Yeremia, Hananya telah menyebarkan dusta kepada Yehuda. Namun, Zedekia, raja Yehuda tidak memercayai pemberitaan Yeremia.

Memberitakan kebenaran bukanlah jalan lancar dan mulus. Berita kebenaran tidak disukai oleh kebanyakan orang; damai sejahtera adalah berita yang tidak populer. Sebab, berita damai sejahtera baru nyata ketika digenapi. Itu membutuhkan waktu. Sedangkan, umat ingin cepat, instan, dan mudah. Tantangan pemberita firman adalah godaan untuk menyenangkan hati umat. Namun, peran sebagai pemberita firman dan saksi iman bukanlah untuk menyenangkan umat, melainkan memberitakan damai sejahtera. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

DOA:
Ya Tuhan, kuatlah kami untuk taat mendengarkan berita damai sejahtera. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 66:1-12; Yer. 28:1-17; Luk. 5:12-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berkat Tuhan Tak Berhenti
    Kejadian 25:7-11
    Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a) Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa...
  • Air Mata Menjadi Sukacita
    Mazmur 126
    Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4) Seorang petani menabur benih...
  • Mata Melihat, Hati Tergerak
    Matius 9:35-10:8
    Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh betas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba...
  • Jangan Kesampingkan Perintah Allah
    Markus 7:1-13
    Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus...
  • Memilih Dengan Nilai-Nilai Iman
    Kejadian 24:1-9
    “Tetapi, engkau harus pergi ke negeri asalku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang istri bagi Ishak, anakku.” (Kejadian...