Patuh Tetapi Salah

Kejadian 27:1-17

Belum ada komentar 3 Views

Sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. (Kejadian 27:8)

Pernahkah Saudara menghadapi situasi ketika orang terdekat menyarankan hal yang salah? Mungkin seorang sahabat atau orang yang Saudara kasihi mengajak Saudara berbohong atau menutupi kebenaran demi keuntungan sesaat. Ini adalah dilema ketaatan yang sering kita alami.

Dalam Alkitab, ada kisah Ribka yang memberikan arahan kepada putranya, Yakub, untuk ditaati. Namun, arahannya adalah rancangan penipuan terhadap Ishak, suaminya. Peristiwa ini menunjukkan dinamika relasi keluarga yang menyesatkan. Ketaatan tidak diarahkan kepada kehendak Allah, melainkan kepada rencana manusia yang penuh tipu daya. Yakub patuh, tetapi ketaatannya keliru. Hal seperti ini tidak patut diteladani. Ketaatan sejati seharusnya ditujukan kepada Allah. Suara manusia berpotensi menyesatkan dan membawa kepada dosa. Oleh karena itu, dengan pertolongan Roh Kudus, kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran yang berasal dari Kristus, bukan dalam manipulasi.

Ketaatan yang tidak disaring sangat berbahaya. Allah menghendaki ketaatan yang lahir dari pengenalan akan kehendak-Nya. Jangan sekadar mengikuti arus atau suara yang terdengar meyakinkan, tetapi sesungguhnya menjerumuskan. Ujilah setiap nasihat dengan firman Tuhan. Carilah nasihat dari orang beriman yang dewasa secara rohani. Beranilah berkata tidak terhadap hal yang salah. Dengan memilih kebenaran, kita menghormati Allah lebih daripada siapa pun. [Pdt. Essy Eisen]

REFLEKSI:
Apa bentuk kepatuhan kita kepada Kristus yang seharusnya dipilih lebih dari apa pun sekarang ini?

Ayat Pendukung: Kej. 27:1-17; Mzm. 45:10-17; Rm. 7:7-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Melupakan Hidup Lama
    Mazmur 45:10-17
    Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11) Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi...
  • Kecaman Kepedulian
    Matius 11:20-24
    Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, (Matius 11:20) Pernahkah...
  • Hanya Tuhan, Allah Kami
    1 Raja-raja 18:36-39
    Melihat kejadian itu, seluruh rakyat sujud serta berkata, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” (1 Raja-raja 18:39) Tanpa disadari,...
  • Takhta Allah Tak Goyah
    Mazmur 47
    Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:9) Dalam era digital, kita...
  • SAMBUTLAH DIA!
    Matius 10:40-42
    Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku....