Panggilan Murid Kristus

2 Petrus 1:1-11

Belum ada komentar 6 Views

Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Kristus Yesus, Tuhan kita. (2Pet. 1:8)

Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Bila pohon itu terkena hama, maka buah pohon itu pun akan terganggu. Kualitas pohon buah dapat dilihat dari kualitas buahnya.

Yakobus mengingatkan kita bahwa mengikuti Kristus tidaklah main-main. Yang mengikuti-Nya perlu melakukannya dengan kesungguhan hati. Kita perlu bertumbuh dan berbuah, dan mengalami semuanya di dalam pengenalan akan Kristus. Perlu disadari bahwa iIlah-ilah zaman, budaya, gaya hidup dapat menggoda kita untuk menjadi murid Tuhan yang kurang memperhatikan arti bertumbuh di dalam Kristus, berbuah di dalam-Nya dan mengenal-Nya lebih dalam. Namun, menjadi murid Kristus bukan berarti menolak perkembangan zaman dan/atau anti teknologi, melainkan menjaga agar di tengah perubahan dan perkembangan zaman ini, ciri sebagai murid Kristus dalam diri setiap murid-Nya tak memudar. Kita menjaga hidup begitu rupa; menjaga batin dan integritas kita sebagai murid Tuhan, karena itulah panggilan Allah bagi kita.

Tak bisa kita menjadi murid Kristus hanya pada hari Minggu saja, melainkan setiap hari kita menjadi murid-Nya. Melayani Dia tidak hanya di dalam gereja saja, di dalam pekerjaan kita pun, kita melayani Dia. Tempat kerja kita atau perkakas kerja kita adalah ‘altar’ di mana kita bertemu dengan Allah. Di ‘zaman now,’ bertumbuh dan berbuah sebagai murid Tuhan adalah kisah yang terus dibuat oleh setiap kita.

Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Bila pohon itu terkena hama, maka buah pohon itu pun akan terganggu. Kualitas pohon buah dapat dilihat dari kualitas buahnya.

Yakobus mengingatkan kita bahwa mengikuti Kristus tidaklah main-main. Yang mengikuti-Nya perlu melakukannya dengan kesungguhan hati. Kita perlu bertumbuh dan berbuah, dan mengalami semuanya di dalam pengenalan akan Kristus. Perlu disadari bahwa iIlah-ilah zaman, budaya, gaya hidup dapat menggoda kita untuk menjadi murid Tuhan yang kurang memperhatikan arti bertumbuh di dalam Kristus, berbuah di dalam-Nya dan mengenal-Nya lebih dalam. Namun, menjadi murid Kristus bukan berarti menolak perkembangan zaman dan/atau anti teknologi, melainkan menjaga agar di tengah perubahan dan perkembangan zaman ini, ciri sebagai murid Kristus dalam diri setiap murid-Nya tak memudar. Kita menjaga hidup begitu rupa; menjaga batin dan integritas kita sebagai murid Tuhan, karena itulah panggilan Allah bagi kita.

Tak bisa kita menjadi murid Kristus hanya pada hari Minggu saja, melainkan setiap hari kita menjadi murid-Nya. Melayani Dia tidak hanya di dalam gereja saja, di dalam pekerjaan kita pun, kita melayani Dia. Tempat kerja kita atau perkakas kerja kita adalah ‘altar’ di mana kita bertemu dengan Allah. Di ‘zaman now,’ bertumbuh dan berbuah sebagai murid Tuhan adalah kisah yang terus dibuat oleh setiap kita. (Pdt. Budiman)

REFLEKSI:

Panggilan Allah tak pernah berubah bagi setiap murid Kristus: tetap menjadi murid-murid-Nya yang berdampak.

Ayat Pendukung: Mzm. 32:1-7; Ayb. 22:21—23:17; 2Ptr. 1:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memandang Allah
    Roma 1:18-25
    Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah … Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati...
  • Kasih Setia Allah
    Ayub 25:1-6
    “Bagaimana manusia benar di hadapan Allah ….” (Ayb. 25:4) Dapatkah manusia yang terbatas memahami realitas hidup dengan benar? Apa...
  • Mensyukuri Kesempatan
    Ayub 21:1,17-34
    “Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan ….” (Ayb. 21:17) Adakalanya kita dilanda rasa kecil hati, ketika kita melihat orang...
  • Berharap
    Mazmur 123
    Kepada-Mu aku melayangkan mataku …. (Mzm. 123:1) “Harapan itu membuat kita hidup.” Demikian penggalan tulisan Victor Frankl, seorang psikiater...
  • Hidup Setelah Kematian
    Lukas 20: 27-38
    “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk. 20:38) Kehidupan...
Kegiatan