NATALITAS

Yesaya 9:2-7

Belum ada komentar 82 Views

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita ….(Yes. 9:5)

Hannah Arendt, seorang filsuf, menulis tentang natalitas dalam bukunya The Human Condition. Dalam tulisan itu, ia memberi gambaran tentang bernilainya tindakan pengampunan. Ketika seseorang melakukan kesalahan, sulit bagi orang tersebut memutar waktu; mengembalikan waktu seperti semula agar dirinya tidak melakukan kesalahan. Kesalahan yang dilakukan oleh seseorang juga tidak bisa diobati dengan tindakan membalas mata ganti mata, gigi ganti gigi. Arendt mengatakan hanya pengampunan yang dapat membuka kesempatan baru bagi orang yang bersalah.

Pengampunan bagi Arendt adalah tindakan mengakhiri lingkaran kebencian dan balas dendam. Tindakan pengampunan seperti seorang bayi yang lahir. Arendt mengutip Yesaya 9:5, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita.” Karena itu, tindakan pengampunan berkaitan dengan kehidupan bersama, menjadi manusia bagi sesamanya.

Umat Kristen mengimani bahwa seorang anak yang lahir bagi kita, seorang putera telah diberikan untuk kita menunjuk pada Yesus Kristus, yang telah dinubuatkan oleh para Nabi. Yesus Kristus yang lahir bagi manusia dan dunia ini membawa pendamaian, memulihkan kembali relasi yang dingin dan kaku antara manusia dan Allah karena dosa manusia. Peristiwa Natalitas Yesus Kristus disambut dengan penuh kegembiraan, manusia beroleh pendamaian, pengampunan, dan damai sejahtera. [Pdt. Santy Manurung]

DOA:
Ya Tuhan, melalui natalitas Yesus Kristus biarlah kami hidup membawa damai dan pengampunan. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 9:2-7; Mzm. 96; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14 [15-20]
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Perjumpaan Yang Membarui Kehidupan
    Yohanes 20:11-20
    Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu...
  • Engkau Milik-Ku dan Aku Milikmu
    Kidung Agung 5:9 - 6:3
    Aku milik kekasihku, dan kekasihku milikku….(Kidung Agung 6:3) Tuhan tidak hanya memanggilmu untuk datang, tetapi Ia juga membentangkan tangan-Nya,...
  • Berfokus Pada Allah, Bukan Pada Masalah
    Mazmur 16
    Aku selalu hidup berhadapan dengan TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku takkan goyah. Sebab itu hatiku bersukacita...
  • Hidup Dalam Kuasa Kebangkitan-Nya
    Matius 28:1-10
    “… Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku”. (Matius...
  • Kupuji Kebaikan-Mu Tuhan
    Keluaran 15:1-18
    “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Dia telah menjadi keselamatanku. Dia Allahku, kupuji Dia, Dia Allah bapaku, (Keluaran 15:2) Pujian...