Minta Bantuan Tuhan dalam Hal Keuangan Anda

Belum ada komentar 15 Views

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Filipi 4:19 merupakan sebuah janji luar biasa yang merangkum segalanya tentang penyediaan Allah atas kita. Perhatikan dua kata berikut: “Allahku akan.” Ayat ini tidak berkata, “Allah mungkin akan memenuhi segala keperluanmu,” melainkan, “Dia akan memenuhi segala keperluanmu.” Itu fakta. Allah mempertaruhkan karakter dan reputasi-Nya di atas janji-Nya itu.

Lalu ayat ini juga tidak mengatakan, “Tuhan akan memenuhi segala keserakahanmu.” Ada perbedaan besar antara kebutuhan dan keinginan.
Jika Anda orangtua, apakah Anda memberikan anak Anda semua yang mereka inginkan? Saya harap tidak. Anda tidak melakukannya sebab Anda sayang mereka — begitu pun dengan Bapa surgawi yang sayang pada Anda. Dia tak akan memberikan semua yang Anda inginkan, karena jika Dia lakukan itu, Anda akan jadi sangat manja. Dia tidak akan memberikan semua yang Anda inginkan, melainkan akan memberikan apa yang Anda butuhkan.

Lalu mengapa Anda masih saja punya kesulitan finansial? Apakah Tuhan telah gagal memenuhi janji-Nya?
Apakah Dia telah berbohong?
Apakah Dia hanya melebih-lebihkan ucapan-Nya?

Tidak!

Dalam setiap janji, ada premisnya; ada syarat dan ketentuannya.
Ketika Tuhan memberikan sebuah janji, Dia seakan berkata, “Aku lakukan bagian-Ku, dan kau lakukan bagianmu.”

Prinsip-prinsip keuangan Tuhan dengan jelas dipaparkan kepada kita di dalam Firman-Nya. Alkitab membahas banyak aspek tentang kesehatan finansial, termasuk prinsip-prinsip menabung, berbelanja, memberi, berinvestasi, dan juga pelayanan. Dia telah memberikan semua petunjuk yang Anda perlukan untuk stabilitas keuangan Anda.

Tetapi pertama-tama, Anda perlu meminta bantuan-Nya. Yesus berkata, “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yohanes 16:24).

Banyak orang lebih bergantung pada kartu kredit mereka dibanding pada Yesus Kristus. Ini satu aturan yang bagus: Sebelum Anda menghabiskan uang Anda, doakan keuangan Anda terlebih dulu. Beri Tuhan kesempatan untuk menyediakan dan mencukupkan apa yang Anda butuhkan sebelum Anda pergi dan membelanjakan uang Anda. Mintalah hikmat dari-Nya untuk mengambil keputusan keuangan yang baik.

Mengapa Tuhan ingin Anda meminta kepada-Nya?
Agar Dia dapat memberi.
Kenapa Dia ingin memberi?
Agar Anda dapat menerima.
Kenapa Dia ingin Anda menerima?
Agar Anda penuh dengan sukacita.

Renungkan hal ini:
– Masalah keuangan apa yang membuat Anda sulit berserah kepada Allah? Mengapa?
– Bagaimana Anda dapat menjadi saksi bagi orang lain ketika Anda dengan sukacita telah mampu bertanggung jawab dengan keuangan Anda?
– Pembelian besar apa yang saat ini tengah Anda pertimbangkan? Bagaimana Anda dapat memperoleh hikmat Tuhan hari ini untuk pembelian tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9

Dalam hal keuangan, ada sukacita besar ketika kita taat kepada Firman Tuhan. Dia akan mengurus Anda. Jadi, mintalah kepada-Nya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bersungut-Sungut
    Yakobus 5:7-12
    Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. (Yak....
  • Kebaikan Di Balas Kejahatan
    1 Samuel 25:2-22
    “… ia membalas kebaikanku dengan kejahatan.” (1Sam. 25:21) “Air susu dibalas air tuba.” Peribahasa tersebut memiliki arti kebaikan dibalas...
  • GIGIH
    Lukas 18:1-8
    “Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.”...
  • PRASANGKA
    Kejadian 32:3-21
    Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga...
  • Perabot Rumah
    2 Timotius 2:14-26
    Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan...
Kegiatan