Meruntuhkan Tembok

Amsal 8:32-9:6

Belum ada komentar 46 Views

“Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur, buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.” (Ams. 9:5-6)

Pengalaman bersama lintas iman, lintas kelas sosial, lintas usia merupakan pengalaman berharga yang perlu dibangun secara sengaja. Bentuknya bisa beragam, seperti makan bersama, bincang-bincang, sampai doa bersama. Pengalaman ini akan meruntuhkan tembok pembatas, menghapus curiga, dan memberi pengertian.

Menarik untuk mencermati Pengamsal yang mengumpamakan hikmat seperti hidangan lezat yang sudah disajikan dan siap untuk disantap. Jika mau memperoleh pengertian, maka marilah dan makanlah. Ungkapan pengamsal mengenai makan roti dan minum anggur hikmat itu, juga mengingatkan gereja pada Yesus Kristus, Sang Hikmat Sejati, yang mempersembahkan tubuh dan darah-Nya untuk menyelamatkan dan mempersatukan manusia. Dengan makan bersama dan mengingat Tuhan Yesus, manusia diikat secara sosial dan spiritual. Mereka dipersatukan secara lintas kategori. Tidak ada lagi tembok pembatas yang memisahkan. Analogi Pengamsal ini mengingatkan pembaca bahwa hikmat itu mempersatukan.

Kenyataan hidup yang tersekat oleh tembok-tembok pembatas, yang menyebabkan praktik diskriminasi terhadap suku, ras, kelompok sosial dan agama tertentu, memerlukan pengertian baru. Supaya ada pengertian baru, maka pengalaman bersama mesti digagas dan dilakukan secara sadar. Pengamsal pun memperkuat pemikiran ini. Hikmat mengajarkan bahwa semakin kita beragama, semakin kita hidup bersesama. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Hidup bersesama adalah sebentuk perayaan keberagaman. Kita bersesama/bersaudara karena kita berbeda, bukan karena kita sama.

Ayat Pendukung: Mzm. 73:1-20; Ams. 8:32—9:6; Ibr. 11:29—12:2
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Terima Kasih
    Matius 8:14-17
    …Ia pun bangun dan melayani Dia. (Matius 8:15b) Ada dua kata yang diajarkan oleh orangtua ketika kita masih kecil,...
  • Menahan Kejahatan
    2 Tesalonika 2:7-12
    Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan….(2 Tesalonika 2:7a) Kemudahan dalam memperoleh akses...
  • IMITASI
    Efesus 5:1-6
    Sebab itu, sebagai anak-anak yang terkasih, teladanilah Allah. (Efesus 5:1) Seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya. Proses ini dikenal...
  • Cinta Dan Pengorbanan
    Matius 26:6-13
    “Untuk apa pemborosan ini?” (Matius 26:8b) Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara...
  • Pikiran Tuhan
    Roma 11:33-36
    Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34) Pengalaman yang panjang dan proses...