Meruntuhkan Tembok

Amsal 8:32-9:6

Belum ada komentar 45 Views

“Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur, buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.” (Ams. 9:5-6)

Pengalaman bersama lintas iman, lintas kelas sosial, lintas usia merupakan pengalaman berharga yang perlu dibangun secara sengaja. Bentuknya bisa beragam, seperti makan bersama, bincang-bincang, sampai doa bersama. Pengalaman ini akan meruntuhkan tembok pembatas, menghapus curiga, dan memberi pengertian.

Menarik untuk mencermati Pengamsal yang mengumpamakan hikmat seperti hidangan lezat yang sudah disajikan dan siap untuk disantap. Jika mau memperoleh pengertian, maka marilah dan makanlah. Ungkapan pengamsal mengenai makan roti dan minum anggur hikmat itu, juga mengingatkan gereja pada Yesus Kristus, Sang Hikmat Sejati, yang mempersembahkan tubuh dan darah-Nya untuk menyelamatkan dan mempersatukan manusia. Dengan makan bersama dan mengingat Tuhan Yesus, manusia diikat secara sosial dan spiritual. Mereka dipersatukan secara lintas kategori. Tidak ada lagi tembok pembatas yang memisahkan. Analogi Pengamsal ini mengingatkan pembaca bahwa hikmat itu mempersatukan.

Kenyataan hidup yang tersekat oleh tembok-tembok pembatas, yang menyebabkan praktik diskriminasi terhadap suku, ras, kelompok sosial dan agama tertentu, memerlukan pengertian baru. Supaya ada pengertian baru, maka pengalaman bersama mesti digagas dan dilakukan secara sadar. Pengamsal pun memperkuat pemikiran ini. Hikmat mengajarkan bahwa semakin kita beragama, semakin kita hidup bersesama. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Hidup bersesama adalah sebentuk perayaan keberagaman. Kita bersesama/bersaudara karena kita berbeda, bukan karena kita sama.

Ayat Pendukung: Mzm. 73:1-20; Ams. 8:32—9:6; Ibr. 11:29—12:2
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sahabat Dalam Perjalanan
    Lukas 24:13-35
    Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu...
  • Tanpa Pamrih
    Lukas 14:12-14
    Tetapi, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh,…. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai...
  • Damai Di Tengah Badai
    Yesaya 26:1-4
    Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah...
  • Merespons Kasih Tuhan
    Mazmur 116:1-4, 12-19
    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12) Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi...
  • Tanda Yunus
    Matius 12:38-42
    Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan...