Menyambut Yang Berdosa

Luk. 5:27-32

Belum ada komentar 32 Views

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Luk. 5:30)

“Loh, dia kan mantan warga binaan. Kok boleh masuk gereja?” “Ih, dia kok pulang kerja tengah malem. Pasti kerjaanya ga bener deh!” Cukup sering kita membuat penilaian berdasarkan aktivitas atau pekerjaan seseorang, bahkan menghakiminya. Apakah benar orang yang pulang tengah kerja malam, pekerjaannya pasti tidak benar atau ‘kotor’?

Berbeda dengan hal di atas, firman Tuhan justru mengungkapkan bahwa Yesus dekat dengan orang-orang yang pekerjaannya dianggap kotor. Yesus bertemu Lewi yang adalah seorang pemungut cukai; orang yang diserahi tugas memungut bea dan cukai untuk pemerintah penjajah (Roma). Para pemungut cukai cukup sering memeras rakyat untuk keuntungannya sendiri. Oleh karena itulah, pekerjaan pemungut cukai pada masa itu dianggap sebagai pekerjaan yang kotor dan mereka disebut orang yang berdosa. Akan tetapi, Lewi yang adalah pemungut cukai, justru dipanggil oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya. Yesus bahkan makan bersama di rumah Lewi. Orang yang dianggap berdosa seperti Lewi didekati oleh Yesus, bukan dijauhi. Melalui tindakan ini, Yesus menunjukkan bahwa orang berdosa adalah bagian dari pelayanannya.

Jangan terburu-buru menilai orang dari tampilan luarnya, seperti pekerjaannya. Orang yang bekerja malam dan pulang subuh belum tentu orang berdosa. Berlakulah seperti Yesus, menyambut semua orang, meskipun menghadapi risiko akan dijauhi atau bahkan dibenci banyak orang. [Pdt. Yosafat Simatupang]

REFLEKSI:
Tidak ada seorang pun, juga orang berdosa, yang tidak layak menerima kasih Kristus. Sambutlah setiap orang dengan kasih, apa pun pekerjaanya.

Ayat Pendukung: Mzm. 27:1-6; 1Sam. 15:34—16:13; Luk. 5:27-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • LIHATLAH KARYA ALLAH!
    Ayub 39:1–30
    Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan? (Ayb. 39:3)...
  • Menjalani Hidup Dengan Hikmat Allah
    Ayub 37:1-24
    “… setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.” (Ayb. 37:24b) Ada begitu banyak peristiwa di dunia ini...
  • Memuji Allah Dengan Memelihara Ciptaannya
    Mazmur 104:1-9, 24, 35b
    Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm. 104:24) Di dalam ilmu teologi,...
  • Mendengarkan Dan Menghidupi Firman
    Lukas 16:19-31
    “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” (Luk. 16:29) Daya...
  • Manfaat Hikmat
    Ayub 28:12-29:10
    “… tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayb....