Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Belum ada komentar 91 Views

Dalam perbendaharaan kata gaya hidup konsumtif yangmenguasai hidup kita saat ini, kata-kata seperti “mengalah”, “berbagi” apalagi “cukup”, pelan-pelan mulai punah. Kata-kata itu cenderung digantikan oleh kata-kata misalnya “membeli”, “memiliki”, atau “berlimpah-limpah”. Dan untuk mewujudkannya tentu diperlukan uang. Maka “cinta uang” menjadi karakteristik kehidupan banyak orang. Padahal sifat itu adalah akar kejahatan bahkan sumber malapetaka manusia.

Timotius yang muda dinasihati Paulus untuk mewaspadai hal itu. Selain tidak sesuai dengan kehidupan beribadah (6:6; 11), cinta uang berarti mengabaikan Tuhan, sumber dari segala sesuatu termasuk uang. Paulus mendorong Timotius untuk menghindarkan diri dari bahaya itu dengan “mencapai hidup yang sebenarnya” (6:19). Dalam Alkitab bahasa Inggris (NIV) akhir ayat 19 itu diterjemahkan begini: “…take hold of the life that is truly life.” Jadi bukan hanya “mencapai” tetapi “meraih dan memeganginya” sebagai milik.

Hidup sejati berarti pertama-tama, hidup dengan Tuhan yang empunya segala sesuatu termasuk sumber kekayaan kita. Sebaliknya yang mesti dikejar bukanlah kekayaan, melainkan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Lalu Paulus menutup nasihatnya dengan mengutus Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar tidak menyombongkan kekayaannya, yang takkan dibawanya ketika mati. Sebaliknya mestinya mereka itu “menjadi kaya dalam kebajikan”, yaitu “suka memberi” dan “membagi”.

Sayang tidak banyak orang percaya bahwa dengan “memberi”, kita justru menjadi “kaya”. Gibran berkata: “There are those who give with joy, and their joy is their reward.” Alkitab juga berkata: “Lebih baik memberi ketimbang menerima…!”

Bagaimana dengan kita? Percayakah kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • The Power of Serving, Kekuatan Melayani
    Markus 10:35-45
    Apakah anda punya saudara sekandung? Zebedeus memiliki setidaknya 2 anak dalam bacaan kita yang rupanya senang menjadi pengikut Yesus....
  • The Power of Empathy
    Seorang profesor di sebuah universitas di hari pertama perkualiahan, berdiri dengan tegak di depan mahasiswanya dan memberikan sebuah pendahuluan...
  • Harta Paling Berharga
    Pada umumnya orang merasa bahwa harta yang paling berharga adalah uang. Dengan uang, mereka akan dapat membeli apa pun...
  • Bebaskan Aku Dari Yang Tidak Kusadari
    Bilangan 11:4-6,10-16,24-29
    Kesadaran adalah hal yang biasa kita dengar. Namun biasa didengar bukan berarti mudah untuk dilakukan. Kerapkali dalam melakukan hal...
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....