Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Menjadi Kaya Dalam Kebajikan

Belum ada komentar 65 Views

Dalam perbendaharaan kata gaya hidup konsumtif yangmenguasai hidup kita saat ini, kata-kata seperti “mengalah”, “berbagi” apalagi “cukup”, pelan-pelan mulai punah. Kata-kata itu cenderung digantikan oleh kata-kata misalnya “membeli”, “memiliki”, atau “berlimpah-limpah”. Dan untuk mewujudkannya tentu diperlukan uang. Maka “cinta uang” menjadi karakteristik kehidupan banyak orang. Padahal sifat itu adalah akar kejahatan bahkan sumber malapetaka manusia.

Timotius yang muda dinasihati Paulus untuk mewaspadai hal itu. Selain tidak sesuai dengan kehidupan beribadah (6:6; 11), cinta uang berarti mengabaikan Tuhan, sumber dari segala sesuatu termasuk uang. Paulus mendorong Timotius untuk menghindarkan diri dari bahaya itu dengan “mencapai hidup yang sebenarnya” (6:19). Dalam Alkitab bahasa Inggris (NIV) akhir ayat 19 itu diterjemahkan begini: “…take hold of the life that is truly life.” Jadi bukan hanya “mencapai” tetapi “meraih dan memeganginya” sebagai milik.

Hidup sejati berarti pertama-tama, hidup dengan Tuhan yang empunya segala sesuatu termasuk sumber kekayaan kita. Sebaliknya yang mesti dikejar bukanlah kekayaan, melainkan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Lalu Paulus menutup nasihatnya dengan mengutus Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar tidak menyombongkan kekayaannya, yang takkan dibawanya ketika mati. Sebaliknya mestinya mereka itu “menjadi kaya dalam kebajikan”, yaitu “suka memberi” dan “membagi”.

Sayang tidak banyak orang percaya bahwa dengan “memberi”, kita justru menjadi “kaya”. Gibran berkata: “There are those who give with joy, and their joy is their reward.” Alkitab juga berkata: “Lebih baik memberi ketimbang menerima…!”

Bagaimana dengan kita? Percayakah kita?

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan