Menjadi Agar Dunia Percaya

Menjadi Agar Dunia Percaya

Belum ada komentar 8 Views

Minggu lalu kita merenungkan hakikat gereja sebagai persekutuan umat beriman yang berusaha meneladani persekutuan Allah Trinitas. Gereja agaknya juga bisa dipahami bukan hanya dari aspek hakikat-nya, namun juga fungsi-nya. Bahkan, hakikat gereja barulah tampak secara jelas melalui fungsi atau karyanya.

Kesatuan umat percaya yang meneladani persekutuan Sang Bapa dan Sang Anak di dalam ikatan kasih Roh Kudus itu menjadi operatif ketika persekutuan tersebut memiliki sebuah dampak: “supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (ay. 21) atau “agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku” (ay. 23).

Kita kerap memahami bahwa usaha membuat dunia percaya senantiasa dikerjakan melalui karya penginjilan atau kesaksian. Akan tetapi kedua ayat di atas memberi perspektif yang berbeda. Dunia tahu dan percaya percaya (bahwa Yesus diutus oleh Sang Bapa) bukan hanya melalui tindakan  kesaksian atau penginjilan, namun melalui keteladanan yang  dipertontonkan lewat kesatuan gereja itu sendiri.

Atas dasar itu, setiap gereja di muka bumi sungguh-sungguh perlu meratapi sejarah panjangnya yang dihiasi oleh pertikaian dan perpecahan. Sebab, perpecahan gereja tersebut telah menjadi sebentuk kesaksian yang buruk bagi dunia.

Mari merangkai ulang keesaan gereja. Mari mensyukuri setiap usaha yang jemaat kita lakukan untuk menulis ulang sejarah persahabatan dengan gereja lain di sekeliling kita. Beberapa aktivitas persahabatan yang telah kita tenun dengan GKJ Nehemia dan Gereja Katolik St. Stefanus, misalnya, sungguh kita harapkan menjadi sebuah kesaksian hidup … agar dunia percaya! Dan dengan itu, kita sekali lagi berkata emoh terhadap setiap tindakan orang Kristen yang berusaha memecah tubuh Kristus.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...
  • Pemberian
    Di Minggu ini, kita akan bersama diajak untuk merenungkan satu tema, yaitu Makna dalam Peristiwa Pemberian. Kisah percakapan antara...