Menguji Diri

1 Korintus 11:27-34

Belum ada komentar 35 Views

Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. (1Kor. 11:28)

Pada saat kita duduk di bangku sekolah, kita tentu biasa menghadapi ujian sehingga tidak asing lagi. Biasanya, ujian dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan yang harus dijawab oleh para murid. Tidak hanya kecerdasan murid yang diukur, tetapi juga kejujuran dan sikap murid dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Untuk menguji atau menilai sikap dan kejujuran, diri sendirilah yang dapat melakukannya. Hal itu pulalah yang sedang dihadapi oleh jemaat Korintus.

Jemaat Korintus melaksanakan perjamuan malam yang melenceng dari esensinya. Pada bagian sebelumnya (ay. 17-26), Paulus telah memberikan penjelasan teologis terkait pelaksanaan perjamuan malam. Lalu, pada bagian yang kita baca hari ini, Paulus mengajak jemaat Korintus untuk menguji diri. Tujuan dari menguji diri ini adalah agar setiap orang, di dalam jemaat Korintus, dapat berefleksi, tanpa harus saling menyalahkan. Menguji diri merupakan cara terbaik untuk kita melihat dan menilai diri kita sendiri sebelum melihat dan menilai orang lain. Dalam hal ini, kebesaran hati menjadi kunci bagi seseorang untuk dapat menguji diri sekaligus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuat, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Ajakan untuk menguji diri kerap dilontarkan oleh Paulus sebagai cara yang dapat dilakukan oleh jemaat untuk memperbaiki diri, tanpa menuding orang lain. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita menguji, memeriksa diri, dan memperbaiki kesalahan? [Pdt. Tunggul Barkat]

REFLEKSI:
Menguji diri merupakan cara bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari ke hari.

Ayat Pendukung: Mzm. 78:23-29; Kel. 12:43—13:2; 1Kor. 11:27-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Rajin Itu Menular!
    Amsal 21:1-17
    Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. (Ams. 21:5) “Pak pendeta,...
  • Sederhana Tetapi Menawan
    Yakobus 2:17-26
    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak....
  • Saksi Iman
    Ibrani 11:17-22
    Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya. (Ibr. 11:22) Kita...
  • Tulus Dan Bersih Hati
    Mazmur 73:1-20
    Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mzm. 73:1) Iri hati terhadap...
  • Bertekun Membangun Jembatan
    Ibrani 12:3-13
    Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan...